Acara Buka Puasa Elite Politik Dinilai Jadi Ajang Bahas Reshuffle Kabinet

Acara Buka Puasa Elite Politik Dinilai Jadi Ajang Bahas Reshuffle Kabinet

Indah Mutiara Kami - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2015 12:24 WIB
ilustrasi buka puasa Jokowi
Jakarta - Menguatnya isu reshuffle kabinet di bulan Ramadan menjadikan acara buka puasa bersama menjadi ajang politik. Para elite politik dinilai memanfaatkan momen itu untuk membicarakan peluang perombakan kabinet.

"Siapa (menteri) yang masuk dan siapa yang keluar, butuh pembicaraan politik. Butuh acara buka puasa yang makan lebih dari 3 ronde," kata pengamat politik M Qodari dalam talkshow POLEMIK 'Menteri Menghitung Hari' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2015).

Dalam pekan pertama bulan ramadan, Presiden Joko Widodo menghadiri 3 kali acara buka puasa bersama di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, dan Ketua DPD Irman Gusman. Tak hanya para petinggi negara, acara buka puasa itu juga diramaikan oleh elite politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemesraan Jokowi dan para elite KMP di buka puasa bersama itu pun jadi sorotan. Menurut Qodari, pembicaraan di buka puasa itu bisa dilanjutkan ke tataran yang lebih formal.

"Itu bukan semata-mata buka puasa, tapi buka politik. Harus dilanjutkan pembicaraan di luar itu. Buka puasa hanya jadi panggung depan," ucap Direktur Eksekutif Indo Barometer ini.

Saat berbuka puasa di kediaman Zulkifli Hasan, Jokowi memang akrab dengan para petinggi KMP yang hadir di antaranya Ketum Gerindra Prabowo dan Ketum Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie. Di samping mereka, Jokowi pun bicara soal reshuffle kabinet.

"Sudah saya sampaikan, semua sudah menyampaikan laporan, untuk 6 bulan lalu dan 6 bulan akan datang, tapi belum saya baca. Nanti lah. Malam-malam saya baca. Nanti saya sampaikan," ujar Jokowi kala itu.

(imk/jor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini