Begitulah yang dirasakan seorang mantan wanita tuna susila (WTS) dari Dupak Bangunsari, Surabaya, yang namanya dirahasiakan ini. Ibu beranak dua yang sudah berusia 38 tahun ini, sedang mencoba menapaki kehidupan barunya. Menata hidup kembali demi sebuah hijrah ke jalan Allah.
Pertemuan Hans dengan mantan pekerja tuna susila yang sudah insyaf ini, menyisakan kesan di hatinya. Keikhlasannya untuk bertaubat hingga berniat untuk menunaikan ibadah umrah, mengetuk hati Hans untuk memperdalam ibadah dengan ikut berlatih manasik umrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pertemuan inilah Hans mengenal seorang ustad Khoiron, yang membawa wanita tersebut untuk kembali ke jalan Allah. Ustad yang lebih dikenal dengan sebutan ustad prostitusi ini, mengabdikan hidupnya khusus berdakwah di area lokalisasi. Salah satunya Dolly, lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara.
Berawal dari pengalaman hidupnya yang dilahirkan di area lokalisasi Dupak Bangunsari, menjadikan hati ustad Khoiron tergugah untuk menerangkan segala kegelapan dari kemaksiatan yang ada di sana. Melalui IDIAL (Ikatan Daβi Area Lokalisai), selangkah demi langkah ia berusaha menyadarkan para wanita tuna susila untuk kembali ke jalan Allah, tentunya dengan warna-warni pro kontra di tengah keteguhan hatinya untuk berjihad di jalan Allah.
Saksikan kisahnya dalam program "Hijrah" pada Minggu, 28 Juni 2015 pukul 05.15 WIB hanya di Trans7 (nwk/nwk)











































