"Partai saya pasti tertutup karena tidak mau lagi mencalonkan orang yang suka melanggar aturan. Ahok suka melanggar aturan," ujar Taufik dalam diskusi 'Menakar Peluang Ahok Maju Sebagai Calon Independen' di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).
Politisi Gerindra itu mengatakan, selama ini Ahok sering menabrak aturan yang berlaku. Dia menilai Ahok semena-mena di Ibu Kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mencontohkan yang dilakukan Ahok saat memberikan draf APBD 2014 beberapa waktu yang lalu. "APBD kemarin di-set up sebelum pembahasan. Di situ perdebatan antara DPRD dengan Ahok kemudian dengan gayanya Ahok yang lapor-laporin. Yang kena sekarang siapa, eksekutif juga," tegas Taufik.
Menyoal Partai NasDem yang sudah menawarkan diri untuk menjadi kendaraan Ahok dalam maju di kontestasi Pilgub 2017, Taufik memandangnya pesimistis. Sebab, kursi fraksi partai yang diketuai oleh Bestari Barus tersebut hanya 5 kursi.
"Ke depan NasDem saja nggak cukup cuma 5 kursi, mesti 20. Gerindra dekat-dekat tuh tinggal gandeng PKS, PPP kelar. Jadi saya kira ini mesti diluruskan," kata dia.
"Saya tidak peduli siapa yang menjadi gubernur ke depannya asal tidak melanggar peraturan dalam mengelola pemerintahan," pungkasnya. (aws/tor)











































