"Saya nggak yakin Ahok sampai 2017. Kalaupun sampai, nggak yakin menang," ujar Taufik dalam diskusi 'Menakar Peluang Ahok Maju Sebagai Calon Independen' di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).
Adapun alasan yang dikemukakan oleh politisi Gerindra itu salah satunya adalah hasil evaluasi Mendagri Tjahjo Kumolo mengenai penyerapan APBD 2015 yang kurang dari 20 persen. Selain itu juga gaya Ahok yang dianggapnya barbar acap kali mudah mengancam memecat SKPD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi DKI wajar saja kalau di bawah 20 persen karena orang nggak mau kerja. (Mereka berpikir) jangan-jangan apa yang jadi kebijakan saya sekarang, belum dijalanin sudah berhenti, nanti saya kena," lanjutnya.
Taufik juga sempat menceritakan dirinya pernah didatangi Ahok sebelum dicalonkan oleh Gerindra pada Pilgub 2012. Saat itu, dia meminta Taufik untuk mendukungnya maju sebagai calon independen, karena saat itu dukungan KTP untuk Ahok tak cukup. Tentu saja hal itu ditolaknya lantaran dia menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra DKI, sehingga tidak mungkin mendukung calon independen bukan dari dari partainya.
"Ahok itu bukan karena pemilihan dia menang, tapi karena didorong Gerindra. Ahok sebelum dicalonin Gerindra datangin saya minta dibantu supaya bisa maju dari independen karena tidak memenuhi syarat, tidak cukup dukungannya. Waktu itu saya saksi hidupnya, karena dia yang datangin saya," kata Taufik. (aws/tor)











































