Penyandera Beri Meutya Suvenir Kerudung, Budiyanto Kopyah
Senin, 21 Feb 2005 14:07 WIB
Jakarta - Selain melepaskan sanderanya, penyandera juga memberi cinderamata kepada Meutya Hafid dan Budiyanto. Meutya mendapat Al Qur'an dan kerudung warna biru muda bercorak, sedangkan Budiyanto dihadiahi Al Qur'an, tasbih dan kopyah dominasi warna putih.Sebelum menyerahkan suvenir itu, seorang pria bertopeng kain membacakan pernyataan yang isinya membebaskan kedua kru MetroTV itu. "Berdasarkan niat baik yang mereka tunjukkan dan menghormati perasaan persaudaraan dan Islam antara dua negara, dan menghormati peranan anti-penjajahan Indonesia, kami memutuskan untuk melepaskan dua jurnalis tersebut tanpa syarat dan tebusan," kata pria bermasker kain dengan membaca selembar kertas seperti rekaman yang ditayangkan MetroTV, Senin (21/2/2005).Setelah itu, cinderamata diangsurkan kepada sandera. Budiyanto tampak sulit berkata-kata. Dia menciumi Al Qur'an yang diterimanya. Bapak seorang putri ini lalu mengganti topinya yang berlogo Nike dengan kopyah pemberian penyandera.Sementara, Meutya berusaha mengenakan kerudung panjang pemberian penyandera yang masih gres itu. Tapi angin gurun membuatnya susah memakai kerudung itu. Jadinya, kain panjang itu hanya terpasang ala kadarnya.Sementara, selama membacakan pernyataan pembebasan sanderanya, pria Irak bertopeng itu juga tampak merangkul pundak Budiyanto. Bersama sanderanya, dia berada di sebuah kawasan semacam gurun. Sandera mengenakan jaket tebal dan tidak memamerkan paspor dan pengenal mereka seperti ketika mereka pertama kali dinyatakan disandera oleh penculiknya. Budiyanto dan Meutya tampak terharu setelah resmi dibebaskan.
(nrl/)











































