"Kami ada standar response time 15 menit," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian PMK Kota Surabaya Sukarno saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Pasar Turi, akhir pekan lalu.
Waktu dihitung dari laporan yang diterima. Menurut Sukarno, waktu 15 menit itu digunakan untuk 5 menit persiapan, 5 menit perjalanan, dan 5 menit menggelar selang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2012, jumlah kejadian kebakaran yang ditangani adalah 539 kejadian. Dari jumlah itu, 433 kejadian dapat ditangani kurang dari 15 menit. Itu berarti keberhasilan response timenya adalah 80,3 %.
Keberhasilan ituย meningkat di tahun berikutnya. Pada tahun 2013, jumlah kejadian kebakaran yang ditangani adalah 397 kejadian. Dari jumlah itu, 381 kejadian dapat ditangani kurang dari 15 menit. Itu berarti keberhasilan response timenya adalah 96 %.
Namun keberhasilan itu menurun pada tahun berikutnya. Pada tahun 2014, jumlah kejadian kebakaran yang ditangani adalah 596 kejadian. Dari jumlah itu, 536 kejadian dapat ditangani kurang dari 15 menit. Itu berarti keberhasilan response timenya adalah 89,9 %.
Hingga bulan Juni 2015, jumlah kejadian kebakaran mencapai 114 kejadian. Menurut Sukarno, dari jumlah itu hanya 1 kejadian yang response time nya kurang dari 15 menit.
"Itu di bulan Mei, hanya satu kali. Kami datang ke lokasi 16 menit," tandas Sukarno.ย ย
PMK Surabaya membagi Surabaya menjadi wilayah pos UPTD. Masing-masing pos UPTD tersebut mempunyai pos pembantu yakni Grudo dan Pegirian untuk Surabaya pusat; Menur dan Bulak untuk Surabaya utara; Sukolilo, Kali Rungkut, Keputih, dan Gunung Anyar untuk Surabaya timur; Waru Gunung, Lakarsantri, dan Jambangan untuk Surabaya selatan; serta Kandangan, Pakal, Tambak Oso Wilangon untuk Surabaya barat.
"Bila ada kebakaran di suatu wilayah, maka mobil di pos pembantu itulah yang pertama kali berangkat. Mobil di pos pembantu itulah yang paling dekat dengan lokasi kebakaran," terang Sukarno.
Tetapi menurut Sukarno, jumlah pos pembantu masih kurang dari kata ideal. Seharusnya di setiap kecamatan ada pos pembantu PMK.
"Karena jumlah kecamatan di Surabaya ada 30, maka pos pembantu idealnya juga ada 30 pos," tutup Sukarno. (iwd/try)











































