Presiden Tidak Akan Lebur Kembali TNI-Polri
Senin, 21 Feb 2005 13:20 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan melebur kembali TNI dengan Polri. Presiden akan meminta keterangan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono karena pernyataannya menyulut isu penyatuan TNI-Polri.Hal itu disampaikan Presiden seperti dikutip Fajrul Falah, Sekretaris Komisi Hukum Nasional, usai bertemu dengan Presiden SBY di kantor Presiden, Jakarta, Senin (21/2/2005). "Presiden tetap berkomitmen untuk tidak melebur kembali TNI-dan Polri. Presiden tak ada rencana tentang itu. Beliau tetap berkomitmen bahwa pemisahan TNI-Polri merupakan bagian dari reformasi," kata Fajrul.Isu peleburan TNI-Polri kembali menjadi polemik sehubungan dengan usulan Menhan Juwono Sudarsono untuk menyatukan koordinasi kedua lembaga itu. Menurut Fajrul, pemberitaan yang ada terkesan seolah Dephan menginginkan agar kedua institusi tersebut disatukan kembali. Sementara Ketua Komisi Hukum Nasional JE Sahetapy menyatakan, Presiden akan mengecek langsung ke Menhan mengenai pernyataannya yang menimbul polemik. "Presiden akan mengecek apakah memang betul demikian pernyataan dari Menhan?" kata Sahetapy.Sahetapy juga mengungkapkan, SBY tak setuju peleburan kembali karena dia merupakan salah atu orang yang ikut menyusun program dan paradigma baru TNI. Presiden menegaskan, secara keseluruhan kedua institusi tetap akan terpisah. TNI dan POlri akan tetap menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing sesuai dengan tanggung jawab yang menjadi kewenangannya. Peranan Menko Polhukam sendiri hanya mengkoordinasikan kedua lembaga itu agar lebih baik.
(iy/)











































