"Iya (parpol harus berhemat -red). Masyarakat datang ke TPS nggak bayar kok. Ya nyumbang saja masyarakat datang ke TPS pilih wakilnya, tinggal partai siapkan programnya, sejauh mana kemampuan, kredibiltas, integritasnya jadi masyarakat akan berikan pilihannya, kenapa dia tidak siap bersaing?" ujar Wakil Ketua KPK Zulkarnain usai mengikuti Hari Anti Narkotika Internasional di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (26/6/2015).
Zulkarnain mengatakan dana parpol perlu pengkajian lebih mendalam dan tidak bisa sederhana. Seharusnya uang rakyat itu digunakan seefektif mungkin, untuk mencapai hasil yang optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK juga menilai parpol perlu ada perbaikan integritas baik secara orangnya mau pun lembaganya. Sehingga titik rawan penyimpangan korupsi harus sedini mungkin harus bisa dipetakan dan dicegah.
"Memang dana parpol ini harusnya transparan, akuntabel, parpol ini kan milik publik. Milik masyarakat jadi harus ada kelihatan dari pengurusnya untuk terbuka kepada publik. Kalau ada masukan publik ya coba mohon diperhatikan kalau masukan benar, ya itu untuk perbaikan," paparnya.
Zulkarnain menyarankan parpol berhemat. Tak perlu menghabiskan banyak dana untuk meraih suara.
"Jadi nggak usah takut, percaya diri saja. Untuk apa hambur-hamburkan uang demikian besar sehingga bisa bermasalah di kemudian hari," tutupnya. (ega/tor)











































