Ahok Sebut Selain Disdik, Mark Up Juga Terjadi di Dinas Olahraga DKI

Ahok Sebut Selain Disdik, Mark Up Juga Terjadi di Dinas Olahraga DKI

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Jumat, 26 Jun 2015 13:41 WIB
Ahok Sebut Selain Disdik, Mark Up Juga Terjadi di Dinas Olahraga DKI
foto: Agung/detikcom
Jakarta - Meski telah menerapkan sistem e-Budgeting, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menyebut masih ada beberapa dinas yang melakukan mark up anggaran. Setelah sempat menyebut Dinas Pendidikan, Ahok menyebut Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda).

"Banyak. (Selain Dinas Pendidikan), Olahraga juga ada. Kan saya sudah bilang, tahun ini pasti belum sempurna karena e-Budgeting kita belum dari e-Musrenbang awal," ujar Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).

Menurut Ahok, selama pembahasan e-Musrenbang masih manual seperti saat ini maka sulit untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Namun, dia optimis tahun 2016 bisa lebih baik lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih ada satuan kerjanya, ini itu. Nggak apa-apa, kita plot ke 2016," sambungnya.

Dia pun tak mau ambil pusing dengan penyerapan APBD 2015 DKI yang rendah. Menurutnya, wajar saja karena Ahok banyak menerima bantuan untuk Pemprov. Bagi Ahok, yang terpenting adalah fungsi dan pemanfaatan untuk warga DKI.

"Bagi saya bukan portofolio serapan berapa banyak anggaran, tapi berapa banyak warga DKI menikmati pelayanan. Sekarang dapat bus gini serapan anggaran kita berapa? Nol," kata Ahok.

"Kalau dia pakai cara lihat habisin duit di sesuatu, ya saya gagal dong. Tapi menurut saya untung dong ada yang mau ngasih ngapain kita beli. Kalau kita gunakan serapan anggaran ya saya gagal. Nggak apa-apa, lebih baik saya PSO (Public Service Obligation) kan," pungkasnya. (aws/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads