"Kompetisi tidak selalu kita menangkan, bisa menang bisa kalah. Tapi spirit itu harus terus menerut bangkit lagi," ucap Surya Paloh dalam pertemuan di kantor DPP NasDem Jl RP Soearoso, Jakpus, Jumat (26/5/2015).
Dalam kesempatan itu, Sean Gelael tampil berbatik didampingi ayahnya yang juga mantan pebalap Richard Gelael. Sementara Surya Paloh menerima sendiri kehadiran Sean. "Kita sudah jauh tertinggal dibanding kemajuan bangsa lain," ujar Paloh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ayah Sean, Richard Galael mengatakan bahwa untuk bisa berajang di formula F1 memang masih perlu proses panjang dan tidak mudah. Terutama perlu dukungan dana besar baik pemerintah maupun swasta. Salah satunya dia berharap ada dorongan NasDem kepada pemerintah.
"Sudah waktunya dari Indonesia ada wakil di F1, di mana untuk masuk F1 bukan sekedar kemampuan mengemudi, tapi juga dukungan dari pemerintah karena dananya cukup besar," ucap Richardo.
Menurut Richard, Indonesia sendiri punya dua orang pebalap muda yang berpotensi bisa beradu di F1, selain Sean, ada Rio Haryanto yang lebih sering tampil di ajang balap adu cepat jet darat tersebut.
"Jadi kalau ada dari pemerintah (dukungan), mungkin 2017 atau 2018 ada wakil kita bisa di F1," imbuhnya.
"Umumnya (kendala) pendanaan. Kalau Malaysia ada Petronas dengan wakilnya di F1, India ada, Jepang Honda, kita sendiri belum ada peran yang nyata di F1," imbuhnya. (miq/fiq)











































