Perkenalan Gary dengan Islam berawal dari obrolannya dengan wanita asal Indonesia bernama Ilona melalui Facebook. Saat sedang mengobrol, Ilona meminta obrolan ditunda karena dia ingin salat. Gary lalu bertanya apa itu salat.
Namun pertanyaan Gary tak hanya sebatas salat, dia ingin tahu lebih banyak soal Islam. Agama yang di negaranya, menurut Gary, dicap sebagai agama yang menghasilkan teroris dan kaum ekstrimis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gary mulai mempelajari Islam dan akhirnya mengucap syahadat pada 2011 di Inggris tanpa diketahui siapapun. Kala itu hanya Ilona yang diajak berdiskusi soal keinginannya masuk Islam namun di lingkungan rumahnya tidak ada yang bisa membimbingnya mengucap syahadat.
"Saya syahadat sendiri tanpa ada saksi di Inggris tahun 2011," terang Gary.
Setelah memeluk Islam dia tahu jika muslim dilarang minum-minuman keras dan memakan daging babi. Dia mulai menjauhi kedua hal ini, namun sekali-kali masih suka minum jika ada acara pesta.
"Saya sadar minum alkohol dan makan babi itu dilarang, tapi dulu terkadang saya melakukan kesalahan dengan melanggarnya dan saya merasa Allah marah sama saya, ada saja hal yang tidak enak yang terjadi kepada saya," ujarnya.
"Setelah teguran-teguran itu saya berpikir ternyata Allah itu benar-benar ada," tambahnya.
Ilona yang menjadi istri Gary pada 2012 menambahkan bahwa suaminya sering merasa ketakutan yang luar biasa, namun tidak tahu penyebabnya apa. Gary merasa Allah sedang marah kepadanya.
"Dia takut luar biasa, dia bilang setakut-takutnya dalam hidup bisa diatasi, tapi ini nggak bisa. Dia nggak tahu sebabnya mungkin karena Allah marah sama dia. Mulai dari situ dia benar-benar bulat masuk Islam dan yakin benar Allah ada," ujar Ilona yang mengenakan kerudung pink ini.
Setelah menikah, Ilona meminta Gary mengucap syahadat lagi dengan disaksikan oleh Ilona dan dibimbing oleh seorang ustad di sebuah masjid di Puri Gading, Bekasi. Keduanya kini menatap di Bintaro, Jakarta.
Halaman 2 dari 1











































