Begini Kondisi Tol Pejagan-Pemalang, Jalur 'Darurat' selepas Tol Cipali

Begini Kondisi Tol Pejagan-Pemalang, Jalur 'Darurat' selepas Tol Cipali

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 26 Jun 2015 10:37 WIB
Begini Kondisi Tol Pejagan-Pemalang, Jalur Darurat selepas Tol Cipali
(Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
Brebes - Untuk mengurai kemacetan di Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, setelah dibukanya tol Cikopo-Palimanan (Cipali), jalur tol Pejagan-Pemalang akan dibuka sementara untuk arus mudik dan balik. Bagaimana kondisinya?

Saat ini, kondisi jalur darurat yang dilalui masih berupa material pasir, sehingga jika kendaraan melintas di sana, debu, dan pasir akan beterbangan bahkan menghalangi pandangan. Namun nantinya ketika digunakan untuk mudik, dipastikan kondisinya tidak seperti itu karena akan menggunakan agregat atau tumpukan material batu yang halus.

"Tanggal 6 Juli nanti mulai diberi agregat," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat melakukan tinjauan, Kamis (25/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengerjaan tol akan dihentikan H-10 Lebaran, namun pengguna jalur alternatif darurat itu tetap harus berhati-hati karena melewati beberapa material atau jembatan yang sedang dibangun.
(Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
Jalur juga ada yang berbelok karena ada lahan yang masih berupa sawah sehingga pengguna jalan harus menghindarinya. Beberapa persimpangan jalan juga harus dilewati karena ada jembatan yang belum selesai dibangun.

Tol Pejagan-Pemalang tersebut bisa dilewati pemudik sepanjang 20 km mulai dari exit tol Pejagan hingga Brebes Timur. Untuk arus mudik, arah yang dibuka yaitu dari barat ke timur sedangkan saat arus balik maka dari timur ke barat.

Selama melewati jalur alternatif darurat itu, pengguna jalan akan melihat bentangan sawah, rumah-rumah berdekatan dengan proyek, dan juga spanduk bertuliskan penolakan pembangunan tol yang dibentangkan di jalan.
Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, Johari mengatakan, jalur tersebut sudah cukup aman dilalui untuk alternatif jika Agregat sudah sepenuhnya terpasang.

"Pakai agregat itu saya coba lari 70km/jam itu bisa, tapi kami batasi 40 km/jam. Nanti diberi rambu peringatan" ujar Johari.
(Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads