Ini Jalur Pemecah Kemacetan di Pejagan Dampak Dibukanya Tol Cipali

Ini Jalur Pemecah Kemacetan di Pejagan Dampak Dibukanya Tol Cipali

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 26 Jun 2015 10:16 WIB
Ini Jalur Pemecah Kemacetan di Pejagan Dampak Dibukanya Tol Cipali
(Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
Brebes - Dibukanya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) akan mempermudah pemudik yang akan masuk Jawa Tengah, namun diprediksi kemacetan akan terjadi di wilayah Pejagan, Brebes. Jalur pengurai disiapkan.

Salah satu pengurai kemacetan yaitu dengan dibuka darurat tol Pejagan-Pemalang yang masih dalam pengerjaan. Jalan tol itu nantinya bisa dilewati kendaraan kecil roda empat seperti mobil pribadi atau travel sejauh 20 km dari exit tol Pejagan hingga Brebes Timur, tepatnya di Jalan Gajahmada.

"Panjangnya 20 km itu jalan utama, ini sebagai jalur alternatif," kata Gubernur Jawa Tengah,ย  Ganjar Pranowo, saat meninjau lokasi pembangunan tol Pejagan-Pemalang, Kamis (25/6/2015).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek pengerjaan jalan
Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, Johari menambahkan dampak dibukanya tol Cipali yaitu kepadatan kendaraan di persimpangan Pejagan karena diapit dua perlintasan KA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada dua rel di sana, sebelah utara ada rel Dermoleng, kemudian ada rel Pejagan di selatan. Frekuensi perjalanan kereta akan meningkat dari yang semula 80-an jadi 100 saat arus mudik, kemacetan bisa 5 km," kata Johari kepada detikcom.

Johari menambahkan, sekitar H-10, tol Pejagan-Pemalang bisa digunakan pemudik hanya dari barat ke timur, kemudian pemudik bisa langsung meneruskan ke jalur pantura. Saat arus balik, tol tersebut akan digunakan arah sebaliknya.

"Jadi hanya satu arah, saat arus mudik dari barat ke timur, saat arus balik dari timur ke barat," jelasnya.

Namun tol Pejagan-Pemalang juga diprediksi akan mengalami kepadatan, oleh sebab itu disiapkan juga jalur pemecah lainnya. Jika penguna jalan tidak tertampung di alternatif tol darurat itu, maka akan dialihkan ke Ciledug. Dari Ciledug kemudian menuju Bojongsari, Kersana, Ketanggungan. Jika hendak ke arah Semarang maka bisa melalui Jatibarang-Slawi-Pangkah-Pantura.

Sedangkan untukย  ke arah Purwokerto, dari Ketanggungan pengguna jalan bisa menuju Larangan-Prupuk hingga keluar di Jalan Raya Tegal-Purwokerto. Untuk kelancaran arus mudik yang melewati Brebes, Johari menegaskan pihaknya sudah menyiapkan setidaknya 50 rambu penunjuk jalan agar pemudik yang melewati jalur alternatif tidak kesasar.

"Jumlahnya sekitar 50, nanti setiap persimpangan jalan aspal diberi rambu penunjuk arah. Tapi penerangan masih kurang, terutama di daerah persawahan Ketanggungan-Larangan," tegasnya.

Selain itu nantinya akan disebar petugas Dinas Perhubungan dibantu oleh kepolisian yang akan membantu kelancaran lalu lintas di masa arus mudik dan arus balik. (alg/try)


Berita Terkait