Anggaran Pengamanan Kurang Rp 712 M, Aziz Syamsuddin Minta Pilkada Ditunda

Anggaran Pengamanan Kurang Rp 712 M, Aziz Syamsuddin Minta Pilkada Ditunda

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 25 Jun 2015 17:12 WIB
Anggaran Pengamanan Kurang Rp 712 M, Aziz Syamsuddin Minta Pilkada Ditunda
Foto: Adhi Wicaksono / CNNIndonesia
Jakarta - Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayu Seno mengatakan bahwa Polri kekurangan anggaran sebesar Rp 712 miliar untuk pengamanan Pilkada. Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin pun meminta Pilkada serentak 2015 ditunda.

"Dari sisa anggaran ini, minus 5 bulan, bisa dipenuhi atau tidak?" kata Aziz dalam rapat kerja gabungan terkait Pilkada 2015 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2015).

Aziz menuturkan bahwa Polri belum pernah membahas anggaran sarana dan prasarana untuk Pilkada. Komisi III pun belum pernah menyetujui anggaran terkait Pilkada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada pembahasan dengan Komisi III, itu dari pemda," ucap Waketum Golkar hasil Munas Bali ini.

Aziz mengungkapkan bahwa jika anggaran baru akan dimasukkan di RAPBN 2016, maka baru bisa digunakan di 2016. Dia pun menegaskan anggaran 2015 Polri tak bisa diutak atik lagi.

"Untuk 2015 tidak mungkin dilakukan perubahan. Dan tidak mungkin kita lakukan persetujuan," ujarnya.

Menurutnya, kesuksesan Pilkada juga dinilai dari pengamanan dan tindaklanjutnya. Aziz menegaskan apabila sampai batas waktu yang ditentukan, Polri tidak menyiapkan anggaran pengamanan yang dibutuhkan, maka Pilkada seharusnya ditunda.

"Apabila dalam kurun waktu tertentu, Polri tidak siapkan anggaran, kami sarankan pilkada ditunda ke 2016 agar bisa lakukan pembicaraan terkait anggaran," ungkap Aziz.

Sebelumnya, Putut menyampaikan biaya pengamanan Pilkada Serentak ditaksir senilai Rp 1,07 triliun. Namun yang baru disetujui sebesar Rp 362 miliar sehingga kurang sebesar sekitar Rp 712 miliar. (imk/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini