"Tiga bulan lagi Go Busway jalan di telepon genggam jadi nanti orang bisa tahu bus-bus kita ada di mana, bus mana saja dan mau ke arah mana," ujar Kosasih di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2015).
Dengan begitu, Kosasih menyebut para pengguna memiliki kesempatan ancang-ancang untuk memilih bus mana dan pada jam berapa yang hendak dinaikinya. Sehingga, calon penumpang tidak lagi harus menunggu bus lama dengan ketidakpastian posisi dan waktu kedatangannya.
"Sekarang komplain-komplain dari penumpang itu bukan karena nunggu lama, tapi tidak tahu harus nunggu berapa lama. Dengan adanya ini, posisi bus kita jadi ketahuan semua," lanjutnya.
Kosasih menyebut ke depannya semua armada bus akan dipasangi alat GPS. Dengan begitu, dirinya dapat mengetahui armada bus mana saja yang sedang beroperasi.
Apabila GPS tidak aktif, maka dianggap bus itu tidak beroperasi. Sebab ke depan, PT Transportasi Jakarta akan menerapkan pembayaran tarif dengan metode rupiah per kilometer (Rp/Km).
"Ke depannya kita juga minta agar semua operator menyalakan GPS di bus-busnya. Biar nanti kami yang bayarin langganan GPS-nya. Kalau GPS-nya tidak nyala, kita anggap busnya tidak beroperasi. Kita tidak akan bayar," tutup Kosasih.
Nanti aplikasi itu juga tersambung apabila penumpang ingin melanjutkan perjalanan dengan Go-Jek. Nantinya Go-Jek akan menunggu di dekat jembatan setelah penumpang turun dari bus TransJ. (aws/fiq)











































