"Tersangka membeli bensin eceran sekitar 2 liter yang ada di dekat TKP dengan menggunakan uang di rumah korban yang ada di dekat televisi di rumah tersebut," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/6/2015).
Bensin tersebut sengaja dia beli untuk membakar rumah korban guna menghilangkan jejaknya. Sebelum membakar rumah, Ian sudah lebih dahulu mengambil harta benda di rumah korban, termasuk uang Dollar AS senilai Rp 3 miliar dan menusuk Aryani sebanyak 16 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam rumah tersebut, Ian lalu menyiramkan bensin itu ke sejumlah sudut ruangan seperti kamar Yovita, kamar Angga-anak Yovita-dan kamar Dira. Ia lalu menyulutkan bensin tersebut dengan korek gas hingga api membakar rumah tersebut. Aryani pun iktut terbakar dalam peristiwa ini. (mei/nal)










































