Pemerintah Kota Surabaya mendirikan sejumlah Liponsos sesuai dengan kategori penghuninya. Salah satunya Liponsos di Keputih, Sukolilo. Penghuni liponsos yang ada di Surabaya timur ini adalah PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial). PMKS ini sebutan bagi pengemis (gepeng), anak jalanan (anjal) maupun pengamen serta Perempuan Seks Komersial (PSK).
Liponsos Keputih ini dipimpin oleh seorang Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Liponsos. UPTD Liponsos ini berdiri sejak 1997 di bawah payung Dinas Sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bagi para gelandangan psikotik atau gangguan jiwa, mereka rata-rata tidak diketahui identitas maupun keluarganya, akhirnya menjadi penghuni permanen atau tetap di Liponsos Keputih.
Para penghuni ini sebelum menempati barak atau ruangannya akan dilakukan proses pendataan. "Diidentifikasi untuk menentukan jenis PMKS-nya, dilakukan sidik jari, difoto untuk dimasukkan ke database, kemudian dimasukkan ke barak sesuai jenisnya," tuturnya.
Juga dilakukan kegiatan pemeriksaan terhadap penghuni yang ada di Liponsos Keputih secara rutin mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Apabila secara fisik mereka menderita sakit diberikan pengobatan oleh petugas Puskesmas Keputih yang ditempatkan di Liponsos.
Pemkot juga melibatkan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya dan Lawang Malang, untuk mengetahui melakukan perawatan berkala terhadap para penghuni yang mengalami gangguan jiwa.
"Pemeriksaan adanya bagi gangguan jiwa dilakukan setiap minggu. Dan untuk psikotik yang didiagnosa masih parah, akan direkomendasikan untuk mendapatkan perawatan inap selama 2 minggu sampai dengan 2 bulan hingga kondisinya dinilai membaik," paparnya.
Mantan Camat Kenjeran ini menambahkan, penghuni di Liponsos Keputih juga mendapatkan pembinaan mental spritual yang dilaksanakan 2 kali dalam 1 bulan, dengan materi ketertiban dan keamanan lingkungan, serta materi kesehatan atau penyakit menular seksual.
"Juga dilakukan pembinaan rohani dengan kegiatan keagamaan setiap seminggu sekali. Pembinaan kesehatan dengan kegiatan senam jasmani setiap seminggu sekali," terangnya.
Selain pembinaan, Pemkot Surabaya melalui UPTD Liponsos Keputih juga melakukan kegiatan pemberdayaan bagi para penghuni untuk membantu kebersihan lingkungan dan kegiatan urban farming.
"Kami juga memberikan kegiatan pelatihan ketrampilan khususnya bagi penghuni yang telah dinyatakan sehat fisik dan mentalnya, dan diperuntukkan bagi penghuni usia produktif. Mereka kita beri pelatihan handycraft seperti menyulam dan pertukangan," tandasnya. (roi/try)











































