"Hari ini saya tidak dipanggil, saya kooperatif saja datang," kata Lulung kepada wartawan di tangga Gedung Bareskrim, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2015).
"Saya membantu untuk memberikan beberapa berkas yang diperlukan untuk kepolisian tentunya. Hari ini saya datang dan saya sampaikan tadi," ujarnya menambahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biar siapa pelaku-pelakunya semakin jelas nantinya," kata Lulung.
Lalu, berkas apa yang dibawa Lulung kepada penyidik?
"Pokoknya soal pembahasan alur cerita dari pembahasan anggaran belanja. Itu saja," kata Lulung yang enggan merinci berkas tersebut.
Disinggung soal peran pengawasan DPRD dalam penganggaran, Lulung menjawab diplomatis dan menyalahkan eksekutif dalam hal ini Pemda.
"Hasil evaluasi kami di DPRD itu nantinya kalau dalam hal pengadaan barang, karena kami di sana kan tupoksi-nya kan beli barang, yang belanja barang, yang lelang kan ada di eksekutif, ada di Pemda, kami tidak itu. Oleh karenanya ini hasil evaluasi kami di dewan nanti bilamana pemerintah pengen beli barang, pengen beli apa ditunjukin dulu lah sama kami," ujarnya. (ahy/fiq)











































