29 Kapal Perang Lepas Sondakh, Sambut KSAL Baru Slamet
Senin, 21 Feb 2005 11:54 WIB
Surabaya - Sehari menjelang sertijab KSAL, 29 kapal perang dikerahkan di Selat Madura untuk melepas Laksamana Bernard Kent Sondakh dan menyambut penggantinya Laksamana Madya Slamet Subiyanto.Tradisi Angkatan Laut ini digelar dalam sebuah acara Admiral Inspection. Selain Sondakh dan Slamet, acara itu juga dihadiri para pejabat TNI AL.Turut hadir Pangkoarmatim Laksda Sosialisman, Pangkoarmabar Laksda Didik Purnomo, serta Pangkolinlamil Laksda Muryono.Dalam inspeksi, Rombongan KSAL menumpang KRI Kaliwangsa 870. Sebanyak 29 kapal perang dari jajaran Pangkoarmatim, Pangkoarmabar, dan Pangkolinlamil bersandar di Selat Madura, Surabaya, Senin (21/2/2005).Tradisi Admiral Inspection merupakan tradisi dalam lingkungan Angkatan Laut untuk memberikan penghormatan kepada pejabat yang meninggalkan Angkatan Laut dan menyambut pejabat baru.Besok sertijab secara resmi digelar di Makoarmatim TNI AL, Ujung Surabaya dengan Inspektur Upacara Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.Kepada wartawan, Sondakh mengomentari wacana pergantian panglima TNI. Dia berpendapat, diperlukan sebuah konsistensi mekanisme sesuai dengan UU yang ada."Kita butuh konsistensi. Sebab menurut UU, Panglima TNI dipilih dari tiga kepala staf yang masih aktif. Tapi kenyataannya saat ini, ada perpanjangan usia pensiun hanya untuk tujuan karir di militer. Jadi sistem giliran panglima TNI harus dilihat secara proporsional. Artinya, jika memang ada perwira tinggi yang memiliki kualitas dan kemampuannya," tutur Sondakh. Menurut Sondakh, dalam pemilihan karir militer, tidak boleh diputuskan berdasarkan kebijakan. "Tapi, perlu UU yang jelas. Karena jika tidak, generasi penerus akan bingung dan akan timbul keresahan dan ketidakadilan. Itu berbahaya. Jadi, calon panglima TNI adalah perwira tinggi yang menjadi kepala staf dan masih aktif," kata dia.
(sss/)











































