Program 'Bersih' Gepeng dan Kisah Satpol PP Cantik Mandikan Orang Gila

Revolusi Kota

Program 'Bersih' Gepeng dan Kisah Satpol PP Cantik Mandikan Orang Gila

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kamis, 25 Jun 2015 13:11 WIB
Program Bersih Gepeng dan Kisah Satpol PP Cantik Mandikan Orang Gila
Ilustrasi (Foto: Budi Sugiharto/dok detikcom)
Surabaya - Tugas Satpol PP memang menegakkan peraturan daerah (perda). Tapi bukan berarti tindakannya harus tegas atau cenderung kasar. Di Kota Surabaya, ada kejadian tak biasa. Satpol PP cantik memandikan orang gila.

Yuaniza Fauziah, pegawai honorer Satpol PP, ikut menertibkan bangunan liar kawasan Brawijaya 11, Surabaya, Selasa (7/4/2015) lalu. Ada orang gila berjenis kelamin perempuan di dekat selokan. Perempuan tersebut diamankan di kantor kecamatan tak jauh dari lokasi penertiban.

Usai penertiban, Yuaniza bergegas menemui orang gila tersebut dan mengajaknya ke kamar mandi. Orang gila menolak. "Emoh...emoh (tidak mau...tidak mau)," kata Yuaniza menirukan teriakan orang gila.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuaniza mengeluarkan rayuan mautnya. Ternyata berhasil. Yuaniza memandikan orang gila itu. "Baunya tidak nahan," ungkap perempuan berambut lurus ini.

Perempuan yang belum setahun menjadi honorer Satpol PP Kota Surabaya ini juga mengeramasi rambut gimbal orang gila itu. Saking gimbalnya, setelah 3 kali dikeramas, rambut orang gila baru lembut. "Rambutnya sebenarnya bagus," jelasnya.

Kenapa Yuaniza mau memandikan orang gila itu? "Saya iba sejak awal (orang gila ditemukan)," jawab Yuaniza enteng.

Usai dimandikan, orang gila tersebut dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Sukolilo. Di tempat ini, 1.000-an orang gila ditampung dan ditangani perawat.

Sejak kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini, Surabaya terus berbenah. Pembersihan jalanan dari gelandangan, pengemis, dan orang gila gencar dilakukan. Tak heran, saat ini jalanan di Kota Pahlawan itu bersih dari gelandangan, pengemis, dan orang gila. (ugik/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads