"Sebentar lagi kita akan Wanjakti, ya sebentar lagi. Mungkin minggu depan mulai Wanjakti. Di antaranya membicarakan itu menyiapkan apabila Keppres segera turun," kata Moeldoko di Lapangan Apel Denma, Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (25/6/2015).
Terkait calon Wakil Panglima, Moeldoko enggan menyebut secara pasti. Ia mengatakan nama calon bisa berasal dari perwira tinggi Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah (Wakil Panglima) harus AU? saya katakan dari awal bisa dari AU, tapi kalau bisa dari AU, berarti bisa juga dari AL. Kan begitu. Namanya juga bisa. Nah, nanti itu semuanya itu melalui Wanjakti," tuturnya.
Dia mengatakan yang pasti posisi Wakil Panglima TNI ini akan didiskusikan juga dengan para Kepala Staf setiap angkatan.
"Nanti Panglima TNI akan diskusi dengan Kepala Staf Angkatan, rumusan dan levelingnya di mana ini Wakil Panglima TNI? Bisa jadi apakah mantan kepala staf atau kepala staf setelah itu jadi Wakil Panglima TNI?" tuturnya.
Lantas, bagaimana dengan posisi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI? Ia mengatakan posisi Kasum sudah tak ada dan akan diganti dengan Wakil Panglima TNI.
"Iya Kasum sudah tidak ada lagi. Kasum nanti dihapus, sudah tidak ada lagi jabatan kasum," sebut mantan Pangdam Siliwangi itu. (hat/mok)











































