Debat Hotman Lawan Hotma di Kasus Pembunuhan Engeline

Debat Hotman Lawan Hotma di Kasus Pembunuhan Engeline

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 25 Jun 2015 12:22 WIB
Debat Hotman Lawan Hotma di Kasus Pembunuhan Engeline
Jakarta - Demi menegakkan kebenaran dan tidak mengejar fulus. Itulah niat mulia pengacara senior, Hotman Paris Hutapea dan Hotma Sitompoel, saat bersedia membela tersangka kasus Engeline. Keduanya punya senjata membuktikan klien mereka tidak bersalah.

Terbaru, pengacara nyentrik Hotman Paris resmi bergabung dalam tim pengacara tersangka kasus pembunuhan Engeline, Agus Tay (25). Ia rela rugi waktu dan tidak dibayar demi membantu mengungkap kasus pembunuhan bocah cantik ini secepatnya.

Hotman mencium keganjilan dalam kasus pembunuhan Engeline. Ia menduga ada tersangka lain bermain di balik kasus tragis ini. Hotman melontarkan pembelaan untuk Agus dengan membeberkan bukti-bukti, salah satunya ia menduga mama angkat Engeline, Margriet, tahu Agus menimbun jasad Engeline.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bergabungnya Hotman dalam tim kuasa hukum Agus tidak membuat gentar Hotma Sitompoel selaku pengacara mama angkat Engeline, Margriet Megawe.Seperti Hotman, Hotma pun ingin menegakkan keadilan dan kebenaran. Hotma ingin meluruskan berita-berita yang memojokkan kliennya. Ia yakin Margriet tidak bersalah dalam kasus penelantaran anak maupun dugaan terlibat dalam kasus pembunuhan Engeline. Hotma dan timnya terus mengumpulkan saksi-saksi meringankan untuk Margriet di pengadilan.


Berikut 4 kisah ini:



1. Gratis

Pengacara nyentrik Hotman Paris Hutapea bergabung membela Agus Tay, tersangka pembunuhan Engeline. Hotman mengaku tidak dibayar alias pro bono. Ia rela rugi waktu dan uang.

"Jadi ada juga dorongan masyarakat agar membantu kasus ini agar terungkap tersangka baru. Di pihak sana juga kan ada pengacara top Hotma Sitompoel, jadi biar kita berimbang," kata Hotman, Rabu (25/6/2015).

Baru pekan depan Hotma akan ke Bali menemui Agus. β€œKita siap rugi ini, waktu dan uang,” ujarnya.

Sama dengan Hotman, Hotma hanya ingin menegakkan keadilan dan kebenaran saat membela tersangka kasus penelantaran anak Margriet.

β€œTapi satu hal kehadiran kami disini untuk meluruskan berita sepanjang yang sudah lalu, masih banyak yang harus diluruskan,” kata Hotma Sitompoel di Mapolda Bali, Rabu (17/6/2015).

β€œSaya mengutip alkitab, berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,” jelas Hotma.

Dia menjelaskan, selama ini banyak berita yang memojokkan Margriet. Hotma menegaskan, soal itu yang yang dia benarkan. Jadi bukan soal uang. Semua karena ajaran Tuhan. β€œSemua ada dalam alkitab, bila kita mengungkap kebenaran nanti segalanya ditambahkan,” terangnya.


2. Target

Hotman yakin ada tersangka lain yang terlibat karena itu dia berani membantu membela Agus. "Tujuan kita menemukan tersangka baru," kata Hotman, Rabu (25/6/2015).
Β 
Hal senada disampaikan Haposan Sihombing, pengacara penunjukan langsung dari Polresta Denpasar untuk mendampingi Agus dalam kasus ini. Ia mengungkapkan Hotman bergabung membela Agus karena mencium keganjilan.

"Hotman Paris bergabung karena menganggap ada yang ganjil dalam kasus ini seharusnya ada penetapan tersangka lain," ujarnya.

Hotma mempersilakan Hotman Paris mengeluarkan argumen dan pendapat terkait kasus Engeline.

β€œSilakan saja, dia punya pendapat sendiri. Buktikan saja, saya yakin klien saya tidak membunuh dan tidak menelantarkan anak,” imbuh dia.

β€œSilakan nanti buktikan di pengadilan,” tutup Hotma.


3. Lubang Kubur

Hotman langsung membuat penyataan pembelaan bagi kliennya. Agus tak membunuh Engeline.

"Pengakuan terbaru dari Agus adalah bahwa bukan Agus yang membunuh Engeline," terang Hotman, Rabu (24/6/2015).

Hotman membeberkan sejumlah bukti petunjuk adanya pelaku lain, berikut yang dia sampaikan:

2.1. Engeline dibunuh tanggal 16 Mei 2015 dikubur selama 25 hari di bekas lubang di belakang rumah sampai dibongkar oleh aparat pada tanggal 10 Juni 2015.

2.2. Agus mengaku lubang tersebut sebelumnya sudah ada (artinya majikan tahu ada lubang tersebut). Tanggal 16 Mei 2015 mayat dimasukkan ke lubang ditimbun tanah dan ditutupi belahan bambu. Artinya majikan tahu bahwa lubang tersebut telah ditimbun tanah dan ditutupi bambu dan ditimbun makanan ayam di atasnya.

"Artinya melihat bukti itu majikan Agus mengetahui telah 25 hari lubang ditimbun pada waktu yang sama selama 25 hari Engeline menghilang. Si majikan tiap hari full time berada di rumah di sekitar lubang yang ditimbun dan ditutupi bambu,” urai Hotman.

Menurut Hotman juga, menjadi pertanyaan mengapa majikan tidak curiga atas lubang yang ditimbun atau apakah penyidik tidak curiga bahwa majikan diduga sudah tahu ada mayat dikubur di sana? Karena pada saat yang sama selama 25 hari Engeline menghilang.

"Penimbunan lubang tersebut yang diduga kuat diketahui oleh majikannya merupakan bukti petunjuk untuk menetapkan tersangka baru," tutup dia.

Pernyataan Hotman dibantah Hotma. β€œKalau soal lubang, jadi itu ada di dekat kandang ayam banyak tainya di mana-mana. Margriet meminta agar Agus mengambil tanah untuk menutup tai ayam, agar tidak bau,” jelas Hotma, Rabu (24/6/2015).

Hotma menegaskan, jadi perintah yang keluar bukan menggali lubang, melainkan mencari tanah menutup tai ayam.

Tidak ada perintah melakukan penggalian, hanya mencari tanah atau pasir. Hotma meminta agar jangan ada yang menuding kliennya terlibat pembunuhan. β€œJadi buat semua jangan asal omong, harus ada buktinya,” tutup dia.


4. Bantah Margriet Psikopat dan Warisan


Hotman meminta agar siapapun jangan sembarang menuding kliennya, Margriet, psikopat.

β€œItu nggak ada psikopat, itu orang yang tak bertanggung jawab yang bilang,” kata Hotma, Kamis (18/6/2015).

Menurut Hotma, isu warisan yang selama ini digembar-gemborkan juga hanya isapan jempol belaka. Isu warisan di kasus Angeline hanya mengada-ada. β€œNggak ada isu warisan. Memang Angeline dapat warisan darimana? Kalau Ibu Margriet meningga baru dapat warisan,” jelas Hotma lagi.

Hotma juga menepis ada surat wasiat dari suami Margriet, Douglas yang juga ayah angkat Angeline. Tidak pernah ada surat wasiat seperti itu.

Hotma menegaskan, isu soal warisan ini karena ada tulisan di akta adopsi. Di sana tertulis kalau Angeline meninggal maka seluruh harta diwariskan ke Margriet. "Angeline masih kecil, pertanyaannya harta warisan dari mana? Nggak ada itu. Saya akan tuntut yang bicara dan menuding soal warisan, saya inventaris ini," tutup dia.

Tim pengacara sedang menghubungi dan mengumpulkan nama-nama saksi yang mengetahui jika Margriet memperlakukan Engeline dengan baik.

Halaman 2 dari 5
(aan/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads