Dalam keterangannya, Kamis (25/6/2015), Kasubbid Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi Wilayah Timur Dr. Devy Kamil Syahbana menyatakan, gunung yang berada di Pulau Unauna, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah (Sulteng) itu, aktivitas kegempaannya cenderung menunjukkan peningkatan. Meskipun secara visual tidak tampak adanya perubahan yang signifikan.
Jumlah gempa Vulkanik Dangkal (VB) pada 23 Juni 2015 sebanyak 11 kejadian, yang sebelumnya merekam 1 β 8 kejadian per hari. Gempa jenis ini dapat mengindikasikan proses peretakan batuan di dalam tubuh gunung akibat tekanan magma ke permukaan. Kegempaan lainnya yang terekam adalah gempa Tektonik Jauh (TJ) dan gempa Tektonik Lokal (TL). Sudah jauh meningkat dibanding kondisi sepanjang April yang tercatat hanya terekam 15 kali kejadian gempa TJ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi intinya, peningkatan status ini utamanya karena adanya peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik, baik dalam maupun dangkal, dan tektonik lokal," kata Devy.
Mengikut pada status ini, maka masyarakat dan pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 1,5 km dari puncak Gunung Colo. Selain itu, jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan.
Masyarakat di sekitar Gunung Colo juga diharapkan tetap tenang, tidak terpancing isu-isu letusan Gunung Colo. PVMBG selalu berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Kabupaten Tojo Unauna dan Pemerintah Kabupaten Tojo Unauna terkait dengan mengenai aktivitas Gunung Colo. Masyarakat juga diharapkan selalu mengikuti arahan dari BPBD dan senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Colo di Desa Wakai, Kecamatan Unauna, Kabupaten Tojo Unauna.
Gunung Colo yang tingginya 507 meter dari permukaan laut, terakhir kali erupsi pada 23 Juli 1983. Letusan eksplosif yang dahsyat disertai dengan awan panas ke arah tenggara dan barat daya. Salah satu prekursor dari letusan terakhir ini adalah terjadi gempa terasa sebanyak 30 β 40 kejadian sejak 8 Juli 1983 hingga menjelang letusan. Selain Gunung Colo, PVMBG juga menetapkan status Waspada untuk 18 gunung api lainnya di Indonesia. Termasuk Gunung Kerinci di Jambi yang ditetapkan status waspada sejak 9 September 2007. (rul/try)











































