Asap Tebal, Pemkot Pekanbaru Bagikan 5 Ribu Masker
Senin, 21 Feb 2005 11:48 WIB
Pekanbaru -
Kebakaran lahan dan hutan sampai Senin pagi (21/2/2005) masih terjadi di wilayah Riau. Akibatnya asap tebal menyelimuti kota Pekanbaru dan kota-kota lainnya. Hal ini membuat pemerintah Kodya Pekanbaru bagikan 5.000 masker. Pembagian dilakukan sejumlah pegawai pemda di depan kantor Walikota Madya Pekanbaru, Jalan Sudirman, Pekanbaru sejak pukul 09.00 Wib. Ratusa pengendara sepeda motor memanfaatkan pembagian gratis ini.Sementara, laporan BMG Perkanbaru menyebutkan bahwa indeks kekeringan Riau masuk dalam kategori ekstrem. Hal ini menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Riau sangat tinggi. Apalagi curah hujan rata-rata hanya 123 ml, dan kondisi ini sudah terjaid dalam satu bulan, sehinga di bawah batas normal."Angka curah hujan di Riau normal jika di atas 230 mili," ungkap sfaf analisa BMG Pekan Baru Slamet Riyadi yang ditemui detikcom ruang kerjanya, Bandara Sultan Farid Hasyim Pekanbaru, Senin (21/2/2005). Berdasarkan perkiraan BMG, kemarau di Riau lebih maju 2 bulan dari perkiraan semula. "Padahal musim kemarau baru mulai pada bulan Maret sampai Juni. Namun perkiraan ini meleset, justru kemarau lebih awal sejak bulan Januari," kata Slamet.Saat ini kecepatan udara di Pekabaru 607 knot. Hal ini menyebabkan kondisi asap terutama pagi hari sangat tebal. Udara berputar dari Laut Cina Selatan mengarah ke Timur Laut dan akhirnya berputar di utara Pekanbaru. "Pantauan satelit yang ada di BMG pada tanggal 17, titik api berjumlah 100 dan di Sumtera hanya ada di Riau saja. Sehingga menyebabkan sejumlah propinsi yang berdekatan, seperti Sumbar dan Jambi dapat kiriman," ujarnya.
(jon/)










































