Dia adalah Mark McManus (10), bocah cilik blasteran Indonesia-Australia. Ayahnya non-muslim sedangkan ibunya muslim. Kedua orang tuanya membebaskan Mark untuk memilih agama yang dianut ayah atau ibunya.
Mark kecil mendapat 2 pelajaran agama dari ayah dan ibunya. Namun saat usianya menginjak 6 tahun, Mark menunjukkan kecenderungannya kepada Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain agama damai, Mark juga tertarik dengan Islam karena Islam mengatur semua aspek kehidupan manusia. Sampai hal terkecil juga diatur dalam Islam, misalnya tidak boleh makan babi dan tidak boleh berbohong.
"Islam itu banyak sekali aturannya, seperti salat, tidak boleh berbohong. Sedangkan agama lain tidak terlalu banyak aturan," ucap Mark.
Selain itu Mark juga merasa doa-doanya kepada Allah selalu dikabulkan. Pernah suatu ketika Mark begitu kangen dengan temannya yang sudah dua minggu tidak bertemu. Saat salat Subuh dia berdoa supaya bisa bertemu dengan temannya dan benar, doa Mark terwujud.
"Selesai salat Subuh, pukul 06.00 pagi ibu temannya itu telepon saya. Dia minta izin mau ajak Mark menginap bersama temannya itu. Lalu Mark bilang 'Look mommy, I just ask to Allah, and it is come true'," kata ibunda Mark, Hani Riswanti, di tempat yang sama.
Lingkungan Mark yang sebagian besar muslim membuat dia banyak belajar tentang Islam. Dia ikut mengaji di surau kakeknya dan bermain bersama teman-teman yang muslim.
"Kami sepakat untuk memberikan pelajaran agama masing-masing. Nanti pada saat umur 18, anak saya untuk memilih. Tapi anak saya sekarang lebih memilih ke Islam. Tanggung jawab saya datangkan guru ngaji," terang Hani.
Halaman 2 dari 1











































