"Yang pertama, secara formal PDIP tidak pernah minta lima. Ada satu-dua anggota berpandangan seperti itu, dalam demokrasi sah sah saja," kata politikus senior PDIP Pramono Anung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2015).
Pramono menuturkan bahwa Jokowi-JK secara rutin melakukan komunikasi politik dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hingga saat ini, belum ada permintaan penambahan menteri tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap resmi partai akan disampaikan Ketum dan Sekjen," sambung Pramono.
Dia menegaskan bahwa perombakan kabinet adalah hak prerogatif presiden. Oleh sebab itu, Jokowi dianggap yang paling memahami orang-orang yang dia butuhkan.
"Kita serahkan ke presiden dan wapres pilih orang untuk memperkuat kekurangan yang dirasakan pemerintah," ujar anggota Komisi I ini.
Sebelumnya diberitakan Basarah mendukung penuh reshuffle kabinet yang akan dilakukan presiden Jokowi. Tak hanya mendukung, Basarah juga meminta tambahan lima menteri dengan pertimbangan proporsionalitas kursi di DPR.
"Mestinya berdasarkan azas proporsionalitas tersebut, PDIP mendapatkan 12 kursi. Namun, jumlah 12 menteri tersebut saya rasa terlalu banyak. Ketika didesak rekan-rekan wartawan lagi jadi PDIP ingin mengharapkan berapa kursi lagi yang diinginkan, lalu saya menjawab karena saya menyukai angka 5 karena sesuai dengan jumlah sila dalam Pancasila, maka saya mengusulkan agar Presiden mempertimbangkan penambahan jumlah kader PDIP yang akan membantu beliau di kabinet sebanyak 5 orang lagi," kata Basarah kepada detikcom, Kamis (25/6/2015). (imk/tor)











































