Gadis 11 tahun pada 2007 itu bernama Adeline Tiffanie Suwana. Ia telah berupaya menyelamatkan lingkungan hidup di Jakarta setelah merasakan kegelisahan akibat banjir setinggi paha orang dewasa yang merenda rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Waktu itu saya bertanya-tanya, kok bisa lingkungan saya belum pernah terkena banjir seperti ini tapi jadinya seperti ini?" kata Adeline kepada detikcom, Selasa (23/6/2015).
Adeline lantas berdiskusi dengan kawan-kawannya tanpa lama. Mereka memutuskan segera bertindak: tanam bibit bakau. Aksinya ini lantas dilanjutkan dengan komunitas Sahabat Alam yang dia dirikan pada Juni 2008.
Kegiatan bersama komunitas Sahabat Alam itu dia lanjutkan hingga usianya menginjak remaja. Sampai-sampai pihak lembaga amal Inggris mengganjarnya dengan The International Diana Award pada 2013.
Penghargaan itu terdengar sampai telinga pemerintah Inggris. Tak main-main, dia mendapatkan sertifikat penghargaan yang ditanda-tangani Perdana Menteri David Cameron pada 2014.
Sebagaimana ditulis www.gov.uk pada 11 April 2014, Adeline menerima sertifikat itu dari Duta Besar Inggris Mark Canning di Kedutaan Besar Inggris pada 10 April 2014.
"Saya yakin Putri Diana yang mengenang lewat penghargaan ini, akan sangat terkesan dengan yang dia (Adeline) telah raih," kata Mark Canning waktu itu.
Kini, gadis kelahiran 26 Desember 1996 itu telah berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sekitar 25 ribu relawan sudah bergabung dengan Sahabat Alam. (dnu/tor)











































