"Pak Ade Supandi sebagai KSAL sangat menyadari bahwa salah satu keberhasilan tugas beliau terletak pada kemampuan Kadispen TNI AL dalam mengkomunikasikan seluruh program kerjanya baik di internal maupun eksternal. Begitu strategisnya jabatan tersebut sehingga beliau sendiri yang mengumumkan pergantian pejabat itu ke para wartawan," ungkap pengamat militer, Aqua Dwipayana, saat diminta tanggapannya tentang hal ini pada Rabu (24/6/2015).
Menurut mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini, untuk keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugasnya Zainudin perlu memperkuat komunikasi di internal & eksternal TNI AL. Dengan begitu, fungsinya sebagai 'jembatan komunikasi' dari internal TNI AL ke eksternal begitu juga sebaliknya dapat terwujud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serah terima jabatan itu diadakan di Markas Besar Angkatan Laut (Mabes AL), Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2015) dibarengi dengan buka puasa bersama. Acara dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi. Hadir pula. Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Widodo, dan para perwira tinggi lainnya di jajaran TNI AL.
Zainudin kini menjadi orang nomor satu di jajaran penerangan AL. Perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 32 tahun 1987 ini sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Lembaga di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).
Perwira Korps Pelaut kelahiran Magetan 3 Maret 1962 ini sebentar lagi akan mendapat promosi menjadi bintang satu karena menjabat Kadispen TNI AL. Zainudin selama berdinas, banyak dihabiskan di lingkungan armada, dan lembaga pendidikan dan perencanaan.
Dia pernah menjabat sebagai Komandan KRI Pulau Raas-722, Komandan KRI Nuku-373, Kadepdik Pusdikopsla Kodikal, Danlanal Bangka, Asops Lantamal X Jayapura, Asrena Pangkolinlamil serta Asrena Pangarmabar.
Aqua yang tujuh tahun terakhir intens mengamati TNI & Polri termasuk kinerja bidang penerangan atau humas di institusi tersebut menambahkan bahwa untuk keberhasilan tugas-tugas di bidang penerangan ada empat hal mutlak yang harus dimiliki para pejabatnya.
Pertama, harus mau belajar. Apalagi jika latar belakangnya bukan bidang komunikasi, tentunya perlu mempelajari tugas-tugas di bidang penerangan.
Kedua, rendah hati. Meskipun pangkatnya bintang satu atau bintang dua, pejabatnya harus selalu bersikap rendah hati. Itu kunci utama dalam kelancaran berkomunikasi dengan setiap orang baik di internal maupun eksternal institusinya.
Ketiga, senang berkomunikasi. Para pejabat bidang komunikasi harus suka berkomunikasi dan bahkan perlu proaktif. Sehingga setiap yang disampaikannya selalu mendapatkan umpan balik (feedback). Setelah itu dianalisa. Kemudian disimpulkan apakah responnya negatif atau positif.
Keempat, senang melayani. Pekerjaan melayani itu sangat mulia. Apalagi jika melakukannya dengan hati. Sehingga di mana pun bertugas tidak perlu ragu melakukan hal tersebut.
"Untuk berbagai hal yang terkait dengan teori komunikasi dapat dipelajari. Terpenting setiap pejabat penerangan memiliki empat kompetensi dasar tersebut. Sehingga sukses melaksanakan amanah yang diberikan kepadanya," ujar Aqua yang selama ini dikenal sebagai pakar komunikasi.
Keberadaan TNI AL, lanjut anggota Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini, sangat strategis. Apalagi sejak Jokowi menjadi Presiden dan selalu mengkampanyekan Poros Maritim.
"Terkait dengan itu Pak Zainudin sebagai Kadispen TNI AL yang baru harus memahami hal tersebut secara komprehensif dan secara bertahap mensosialisasikannya ke masyarakat lewat berbagai media," ungkap Aqua.
Aqua mengapresiasi ucapan Zainudin yang menegaskan siap setiap saat meladeni permintaan wartawan untuk wawancara seputar TNI AL. Janjinya itu pasti ditagih para wartawan yang membutuhkan informasi dan konfirmasi tentang berbagai hal yang terkait dengan TNI AL.
"Setelah resmi menjabat sebagai Kadispen TNI AL, Pak Zainudin perlu membuktikan janjinya. Para wartawan pasti sangat senang jika beliau setiap saat gampang dihubungi dan menjawab secara jelas seluruh pertanyaan yang diajukan wartawan," pungkas Aqua. (asy/asy)











































