"Di Jateng jalan rusak itu kasep (terlanjur), kalau kanker itu sudah stadium 3," tegasnya saat berada di Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Rabu (24/6/2015).
Ganjar memang sempat marah-marah ketika memantau di jalan di Desa Wonosari yang berbatasan langsung dengan Kulonprogo Yogyakarta karena kondisi jalan di Kulonprogo halus dan luas sedangkan di Desa Wonosari rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganjar kemudian meneruskan pantauan hingga ke Cilacap yang berbatasan dengan Jawa Barat. Sepanjang perjalanan terlihat banyak kegiatan perbaikan jalan mulai dari pengaspalan hingga betonisasi.
Politisi PDIP itu mengatakan pihaknya sudah mendesak agar perbaikan jalan bisa diselesaikan, namun menurutnya hal itu tidak mungkin bisa dilakukan jika mengejar kualitas jalan. Sehingga beberapa ruas nantinya masih akan berupa agregat atau material yang ditumpuk dijalan agar bisa dilalui.
"Tadi dimintakan agar dipercepat, tidak mungkin itu, maka untuk jalur antara Kebumen-Purworejo di beberapa ruas itu masih ada yang gronjal (tidak rata), saya pastikan dulu agregat, tapi pasti masih gronjal itu," pungkas Ganjar di Cilacap.
Namun ada hal yang membuat Ganjar tenang karena menurutnya jalur antara Banjar-Patemon yang banyak dikeluhkan ternyata sudah halus. Ia pun menegaskan perbaikan jalan akan berhenti pada H-10 Lebaran.
"Yang sering dikomplain orang itu Banjar-Patemon jelek ternyata enggak jelek. Mungkin ada terusannya yang masuk kota yang lewat Bandara Cilacap tadi akan dikebut, separuh ruas (yang diperbaiki) 10 hari sebelum Lebaran beres karena akan digunakan metode fast track, kita harapkan lebih cepat," tandasnya
Keinginan Ganjar untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Jawa Tengah memang gencar dilakukan. Ia bahkan ingin mengambil alih ruas jalan non-status agar bisa segera diperbaiki oleh Pemprov Jateng.
Ruas jalan yang disebut Ganjar jalan "anak tiri" adalah jalan yang ada di Purworejo itu. Setidaknya ruas sejauh 38 km akan ditangani Pemprov Jateng karena pemerintah pusat selama ini tidak mau mengurusi.
"Karena tidak ada statusnya kita kerepotan. Pemerintah tidak menganggarkan, daerah juga cuek, kabupaten cuek, rakyat yang rugi. Kita berusaha perjelas agar jadi 'anaknya' pusat, pusat enggak mau. Saya inisiatif tetapkan masuk diakses kita, kita anggarkan," tegasnya.
Jika sudah ditangani oleh Pemprov, lanjut Ganjar, maka dana sebesar Rp 50 miliar akan cukup untuk perbaikan jalan di sana. Dan Ganjar menegaskan hal itu tidak akan membebani APBD.
"Anak jangan jadi beban. Kalau cuma Rp 50 miliar, Pemprov beresi tahun depan," tandasnya.
Ganjar kemudian melanjutkan perjalanan ke Purbalingga. Hari Kamis (25/6) besok Ganjar akan meneruskan pantauan dengan rencana jalur Banyumas-Buntu-Kroya-Buntu-Rawalo-Wangon-Ajibarang-Bumiayu-Prupuk Klonengan-Songgom-Jatibarang (Brebes). (alg/dra)











































