Hal itu disampaikan, Koordinator Himpunan Pecintan Alam Mandau (Hipam), Zulhusni kepada detikcom, Rabu (24/6/2015). Zul menyebutkan, timnya ikut bersama tim dokter dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau saat dilakukan otopsi terhadap gajah tersebut.
"Saat dilakukan otopsi dari bagian lambung gajah ditemukan nenas. Dan hatinya juga dalam keadaan menghitam. Kondisi seperti ini biasanya akibat diracun," kata Zul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nenas sudah biasa dijadikan umpan untuk gajah. Lewat umpan nenas yang dikasi racun ini untuk membunuh gajah," kata Zulhusni.
Zulhusni menduga bahwa gajah yang mati di Bengkalis tanpa gading itu, merupakan korban dari mafia perburuan liar. Gajah liar jantan itu diperkirakan usianya 14 sampai 16 tahun.
"Ini ada unsur kesengajaan yang kita duga dari kelompok perburuan liar. Setelah gajah mati, kelompok ini lantas mengambil gadingnya," kata Zulhusni. (cha/rul)











































