Kakorlantas: Pemudik Bermotor Wajib Masuk Tempat Istirahat

Kakorlantas: Pemudik Bermotor Wajib Masuk Tempat Istirahat

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 24 Jun 2015 16:41 WIB
Kakorlantas: Pemudik Bermotor Wajib Masuk Tempat Istirahat
Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Condro Kirono melakukan rapat dengan Komisi V DPR. Condro memaparkan soal persiapan mudik yang segera diaplikasikan.

Mudik nanti juga seperti biasa bakal diwarnai oleh arus pemotor. Padahal sepeda motor merupakan penyumbang angka kecelakaan terbesar. Agar tak terjadi banyak kecelakaan, Condro mewajibkan pemudik motor masuk cek poin tempat istirahat.

"Jadi ini kita paksa, wajib masuk, khusus sepeda motor," kata Condro dalam rapat di Komisi V DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tenang saja, cek poin tersebut tak mensyaratkan biaya yang harus dikeluarkan pemudik motor. Malahan, cek poin akan menyediakan fasilitas gratis berupa servis kendaraan, konsultasi psikologi, hingga dokter.

"Minimal dua jam sekali, pemotor masuk cek poin untuk istirahat," kata Condro.

Cek poin akan ada sepanjang jalur pantura untuk kendaraan bermotor. Diperkirakan percampuran dengan kendaraan mobil akan berkurang karena mobil akan melewati Tol Cikopo-Palimanan. Arus sepeda motor akan menyebar dari pantura pada wilayah Tegal, Jawa Tengah.

Cek poin untuk istirahat pemudik motor tersebut terdapat di Kantor KPUD Bekasi, Kantor Camat Ciasem, di Indramayu, dan di Brebes.

"Misalnya di Kantor Camat Ciasem, di lokasi ini ada pohon-pohon, kamar mandi 12 buah, ada masjid," kata dia.

Untuk Tol Cikopo-Palimanan, Condro menyoroti terjadi 30 kecelakaan sejauh ini, dengan korban meninggal dunia tiga orang. Maka sarana jalan harus diperbaiki. Pembangunan rest area juga harus cepat diselesaikan.

"Kami minta marka-marka jalan diperbanyak, rambu-rambu diperbanyak, ditempatkan pita kejut," kata Condro.

Condro merasakan, bila menyusuri jalanan sepanjang 116,7 Kilometer itu, pengemudi mobil menjadi jenuh bahkan bengong, akhirnya konsentrasi menurun. Ini bisa menyebabkan kecelakaan.

"Rata-rata itu terjadi setelah Kilometer 85. Kami sarankan dipasang pita pengejut, walau tak begitu nyaman namun harus karena kecelakaan banyak terjadi," kata Condro.


(dnu/faj)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini