Ahok Tawari Metromini: Mau Pindah 'Partai' Nggak ke PT Transjakarta?

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Rabu, 24 Jun 2015 16:24 WIB
foto: Agung/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) pernah mengaku kesulitan mengajak Metromini bergabung di bawah manajemen PT Transportasi Jakarta dengan sistem pembayaran rupiah per kilometer (Rp/Km). Kesulitan itu terjadi lantaran Metromini merupakan milik perorangan.

Kini, bus Kopaja telah sepakat gabung ke PT Transportasi Jakarta. Ahok pun kembali menanyakan apakah Metromini juga bersedia 'pindah partai'?

"Metromini saya lagi tawarin nih, mau pindah partai nggak? Pasti mau perorangan. Saya sudah bilang ke Dishub izinkan Metromini beli bus baru gabung ke Kopaja," terang Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).

"Kita tawarkan di luar Kopaja kalau ada bus pribadi yang di manajemen nggak jelas, jatahnya boleh ditambahkan ke Trans Jakarta bergabung mengganti kopaja," lanjutnya.

Dengan begitu, pemilik Metromini dipersilakan jika ingin pindah ke Kopaja untuk bergabung dengan TransJ. Ahok pun mengibaratkan itu seperti 'pindah partai'.

"Orang per orangan ini boleh pindah menjadi Kopaja yang dihitung. Mirip-mirip orang pindah partai lah kira-kira. Kalau sudah nggak beres gimana, ya pindah partai dong," kata Ahok. (aws/dra)