2 Bulan Lagi, Penumpang Kopaja AC Cukup Bayar Tiket TransJ Rp 3.500

2 Bulan Lagi, Penumpang Kopaja AC Cukup Bayar Tiket TransJ Rp 3.500

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Rabu, 24 Jun 2015 15:23 WIB
2 Bulan Lagi, Penumpang Kopaja AC Cukup Bayar Tiket TransJ Rp 3.500
Jakarta - Kabar gembira bagi bus mania, bus Kopaja telah terintegrasi dengan Trans Jakarta. Menariknya, penumpang Kopaja membayar biaya tiket seharga Rp 3.500 saja kurang lebih dua bulan lagi.

"Sama kayak di halte kita," ujar Dirut PT Transportasi Jakarta Antonius Kosasih di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).

Sebagaimana diketahui, selama ini harga tiket TransJ dan Kopaja AC dibayar terpisah. Di mana saat memasuki halte TransJ, penumpang diharuskan membayar Rp 3.500 dengan men-tap kartu elektronik yang dimilikinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian di dalam bus Kopaja AC penumpang diharuskan lagi membayar Rp 6.000 kepada sang kernet. Nah, dengan terintegrasinya kedua bus itu maka tarif yang harus dibayar penumpang cukup Rp 3.500 mengikuti harga tiket bus TransJ.

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengatakan Pemprov akan memberi PSO (Public Service Obligation) ke PT Transportasi Jakarta untuk menutup biaya dari harga tiket melalui rupiah per kilometer (Rp/Km). Akan tetapi, besarannya sendiri hingga kini belum ditetapkan berapa.

"Itu ada rumusnya. Nanti kita hitung lagi. Bus akan terus jalan, kita PSO saja, mau Rp 2-3 triliun kita kasih," kata Ahok.

"Tadi Pak Presiden bilang lewat telepon bilang LKPP mau ditandatangani kepala deputi yang baru nanti kita akan hitung rupiah per kilometer," lanjutnya.

Ahok juga meminta kepada Kosasih agar ke depannya disediakan 3 jenis tiket baru, yakni tiket harian, mingguan dan bulanan. Hal ini dinilainya perlu untuk memudahkan mobilitas para pengguna bus yang tinggi.

"Saya juga minta ada tiket harian, bukan single trip kayak kereta. Nggak boleh nyontoh single trip. Di Jakarta kalau mau bantu orang susah seperti pedagang yang naik turun bus bayar Rp 3.500 berapa kali, dia capek juga bayarnya. Makanya dia suka numpang-numpang mobil," kata Ahok.

"Kalau ini nggak usah, mungkin dia hanya bayar Rp 7 ribu-10 ribu satu hari mau naik bus jungkir balik silakan deh. Nanti juga ada tiket mingguan, selama seminggu Anda mau jungkir balik naik bus bayar berapa silakan. Terus ada bulanan, misalkan bulanan Rp 250 ribu atau Rp 200 ribu, Anda beli tiket selama bulan itu Anda bebas mau naik turun berapa kali. Ini akan menolong stimulus ekonomi rakyat," jelasnya.

Dengan sistem yang tertata rapi seperti itu nantinya, Ahok optimis Jakarta bisa dipenuhi dengan bus-bus Kopaja baru. Apalagi ketika armada bus tercukupi serta jarak antar busnya (headway) hanya berselang 10 menit sekali.

"Saya yakin kalau semua berpikir dengan cara nggak ada kepentingan lain gitu ya saya yakin akhir 2016 tidak ada lagi bus jelek di jakarta. kita akan merasakan ada bus," ucap suami Veronica Tan itu.

Senada dengan Ahok, Kosasih juga mengatakan pihaknya masih dalam tahap menghitung besaran tarif rupiah per kilometer. Untuk TransJ sudah ada perhitungan untuk besarannya, namun untuk bus berukuran sedang seperti Kopaja belum ditetapkan.

"Saya belum bisa bilang, di Dinas Perhubungan sudah ada tapi nanti tahu kan harganya. Itu (untuk) Trans Jakarta juga, tapi bus sedang nanti yang akan kita mintakan ke LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah)," tutup Kosasih.


(aws/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads