"Saya juga ngobrol dengan beberapa warga binaan, memang mereka yang merapat sendiri dan belajar tekun. Banyak yang cerita ke saya, dulu banyak yang ngaku Islam tapi nggak pernah ngaji, salat, dan setelah di sini mereka bisa khatam Alquran, salatnya rajin. Ya itulah, namanya hidayah, dan mereka memahami, ternyata mungkin mereka paham Islam harus melalui penjara dulu," kata Kepala Rutan Salemba Gun Gun Gunawan saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015).
Gun Gun memaparkan bahwa di Rutan Salemba ada sekitar 3.780 warga binaan, dan 3.400-an di antaranya adalah muslim. Dari napi muslim itu, ada sekitar 2.000 di antaranya yang konsisten salat berjamaah di masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga sempat berbincang dengan para mualaf warga binaan. Mereka mengaku memilih Islam karena keinginan sendiri, seperti misalnya napi mualaf Muhammad Ilyas yang masuk Islam karena terkesan dengan ajarannya.
Gun Gun yang baru 8 bulan menjadi kepala rutan itu mengungkapkan kegiatan agama seperti itu bukan hanya ada di Rutan Salemba namun juga di rutan-rutan lain. Kebentulan di rutan yang dipimpinnya ini banyak napi yang mendapat hidayah dan akhirnya memeluk Islam.
"Ini merupakan hal luar biasa, di sini sudah ada wadahnya, ada pondok pesantrennya. Tadi juga ada ceramahnya," ucap Gun Gun.
Pembinaan religi bagi para napi ini bukan hanya untuk napi yang beragama Islam, namun juga berlaku bagi yang beragama lain.
"Masuk penjara bukan akhir segala-galanya. (Kegiatan agama ) nggak cuma menyentuh muslim, kita juga ada kegiatan Gereja, Vihara juga kita sentuh, dengan ratalah. Jadi itulah nilai positif dari lingkungan lapas atau Rutan itu," tutupnya.
Halaman 2 dari 1











































