Karutan Salemba: Banyak Napi Islam Nggak Ngaji-Salat, di Sini Malah Rajin

Ramadan 2015

Karutan Salemba: Banyak Napi Islam Nggak Ngaji-Salat, di Sini Malah Rajin

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Rabu, 24 Jun 2015 15:08 WIB
Karutan Salemba: Banyak Napi Islam Nggak Ngaji-Salat, di Sini Malah Rajin
Karutan Salemba Gun Gun Gunawan (tengah) (Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom)
Jakarta - Rumah tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta bukan hanya tempat untuk memenjarakan para narapidana. Di balik bui, para narapidana itu dibina melalui kegiatan religi. Malah, para narapidana itu lebih rajin beribadah saat di dalam bui.

"Saya juga ngobrol dengan beberapa warga binaan, memang mereka yang merapat sendiri dan belajar tekun. Banyak yang cerita ke saya, dulu banyak yang ngaku Islam tapi nggak pernah ngaji, salat, dan setelah di sini mereka bisa khatam Alquran, salatnya rajin. Ya itulah, namanya hidayah, dan mereka memahami, ternyata mungkin mereka paham Islam harus melalui penjara dulu," kata Kepala Rutan Salemba Gun Gun Gunawan saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015).

Gun Gun memaparkan bahwa di Rutan Salemba ada sekitar 3.780 warga binaan, dan 3.400-an di antaranya adalah muslim. Dari napi muslim itu, ada sekitar 2.000 di antaranya yang konsisten salat berjamaah di masjid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terutama Jumat. Ternyata juga masih banyak yang baik. Yang penting kita tetap mendukung kegiatan-kegiatan positif yang ada di lapas atau Rutan, biar kemudian mereka sendiri yang akan mensyiarkan keluar," tuturnya.

Dia juga sempat berbincang dengan para mualaf warga binaan. Mereka mengaku memilih Islam karena keinginan sendiri, seperti misalnya napi mualaf Muhammad Ilyas yang masuk Islam karena terkesan dengan ajarannya.

Gun Gun yang baru 8 bulan menjadi kepala rutan itu mengungkapkan kegiatan agama seperti itu bukan hanya ada di Rutan Salemba namun juga di rutan-rutan lain. Kebentulan di rutan yang dipimpinnya ini banyak napi yang mendapat hidayah dan akhirnya memeluk Islam.

"Ini merupakan hal luar biasa, di sini sudah ada wadahnya, ada pondok pesantrennya. Tadi juga ada ceramahnya," ucap Gun Gun.

Pembinaan religi bagi para napi ini bukan hanya untuk napi yang beragama Islam, namun juga berlaku bagi yang beragama lain.

"Masuk penjara bukan akhir segala-galanya. (Kegiatan agama ) nggak cuma menyentuh muslim, kita juga ada kegiatan Gereja, Vihara juga kita sentuh, dengan ratalah. Jadi itulah nilai positif dari lingkungan lapas atau Rutan itu," tutupnya.
Halaman 2 dari 1
(slh/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads