"Yang belum ada tinggal pakaian dalam batik," seloroh JK di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).
JK mengatakan, batik dapat dikenakan dalam berbagai momen dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Boleh pakai sandal batik, celana batik, baju batik, topi batik. Jadi lengkap itu," terangnya.
Menurutnya, batik merupakan inovasi yang berabad-abad yang dimulai dari kebudayaan Jawa dan berkembang pesat hingga masuk ke negara lain seperti India, Srilanka, dan Malaysia. Saat ini batik dikenal sebagai budaya nasional yang menjadikan bangsa bersatu.
"Sekarang di Aceh sampai Papua memakai batik untuk-untuk sehari-hari," kata JK.
"Ini tentu menjadi identitas bangsa bahwa batik adalah Indonesia. Tentu banyak hal yang memberikan sumbangsih, di samping pekerja seni tentu juga tokoh yang mengembangkan batik. Pak Harto (Soeharto) kita berikan apresiasi dipakai di APEC pada 1994 di Bogor. Kemudian Ali Sadikin," tambahnya. (tfq/hri)











































