Napi Ilyas Jadi Mualaf, Pembimbing: Dia Orangnya Konsisten

Ramadan 2015

Napi Ilyas Jadi Mualaf, Pembimbing: Dia Orangnya Konsisten

Yudhistira - detikNews
Rabu, 24 Jun 2015 14:08 WIB
Napi Ilyas Jadi Mualaf, Pembimbing: Dia Orangnya Konsisten
Muhammad Ilyas (Foto: Yudhistira/detikcom)
Jakarta - Lebih dari satu tahun Muhammad Ilyas narapidana kasus narkoba ini menjadi mualaf. Ilyas dikenal sebagai orang yang konsisten dan isitqomah menjalani ajaran agama.

"Alhamdulillah Mas Anton ini termasuk yang rajin ke masjid. Kita mengadakan pengajian setiap selesai salat Zuhur dan Subuh setiap hari. Walaupun yang mengisi materinya ganti-ganti, beliau ini termasuk yang istiqomah. Biasanyakan cuma ada yang datang terus lama menghilang dari masjid, kalau beliau nggak," kata pembimbing mualaf Ilyas, Haji Purna saat berbincang dengan detikcom di Rutan Salemba, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Purna memanggil Ilyas dengan Mas Anton, lantaran nama lama Ilyas adalah Antonius.Β  Selama menjadi pengurus masjid di Rutan Salemba, Haji Purna sering membimbing para narapidana yang ingin memeluk Islam, salah satunya Ilyas. Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum membimbing mengucap syahadat, Haji Purna menekankan jika Islam itu bukan cuma identitas tetapi membutuhkan komitmen dan kesungguhan hati untuk menjalankan semua ajarannya.

"Selama ada mualaf yang ingin masuk ke Islam, saya janjiin dulu. Islam itu bukan hanya sebagai identitas, tapi komitmennya. Salat 5 waktu itu bukan perkara mudah, itu berat. Kita wawancara dulu biasanya kalau orang mau masuk Islam," ucapnya.

Haji Purna sudah membimbing 10 narapidana mengucap syahadat. Mereka memilih Islam karena hidayah dan tanpa tekanan dari pihak manapun. Termasuk Ilyas yang menjadi mualaf karena mendapat hidayah saat melihat rekan-rekannya di rutan salat berjamaah dan juga karena mimpi disuruh salat oleh almarhum ayahnya yang non muslim.

"Rata-rata (jadi mualaf) karena hidayah. Dalam waktu dekat ini juga Insya Allah ada 1 orang lagi yang akan masuk Islam," ucapnya.

Menurutnya ada 3 agenda di rutan untuk para narapidana, yakni pertama kegiataan mendampingi napi yang baru masuk rutan agar bisa bersosialisasi dengan linkungannya. Kedua, setiap Senin hingga Kamis pagi para napi diajak ke masjid untuk salat berjemaah dan mengaji.

"Ketiga ya kita adakan pelatihan santri dengan masa pendidikan 3 bulan. Kemarin juga kita baru mewisuda para santri sebanyak 2.310 napi. Kita juga mengadakan tausyiah setiap ba'da Subuh dan Zuhur," jelas Haji Purna.

Ada juga kegiatan buka puasa bersama dan tarawih jamaah. "Kita diberikan waktu sampai jam 21.00 WIB kemudian balik lagi ke blok masing-masing," tutupnya.

(slm/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads