Pertukaran Pelajar ke AS, Baiq Banyak Ditanya Jilbab yang Dikenakannya

Ramadan 2015

Pertukaran Pelajar ke AS, Baiq Banyak Ditanya Jilbab yang Dikenakannya

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Rabu, 24 Jun 2015 13:37 WIB
Pertukaran Pelajar ke AS, Baiq Banyak Ditanya Jilbab yang Dikenakannya
(Foto: dokumen pribadi)
Jakarta - Bisa merasakan bersekolah di Amerika Serikat merupakan hal yang diidam-idamkan Baiq Nabila Mufti Utami (17), siswi SMAN 1 Praya, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Banyak hal unik yang ditemuinya, pun tantangan. Selama di AS, Baiq banyak ditanya tentang jilbab yang dikenakannya.

Di AS, Baiq ditempatkan di Glenoak High School, Ohio, AS. Di sekolah ini, Baiq mendapati, dirinya merupakan satu-satunya murid yang memakai jilbab. Di tempatnya bersekolah, ada 3 muslim lainnya namun hanya dirinya yang memakai jilbab.

Melihat itu bagaimana reaksi teman-teman sekolahnya atas jilbab yang dipakainya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanggapan mereka, itu ada beberapa anak-anak yang nanya pertanyaan yang sama, apa itu di kepala? Pertanyaan-pertanyaan sama yang mungkin karena mereka kurang berinteraksi dengan muslim di Amerika," ujar Baiq kepada detikcom, usai buka puasa bersama di rumah dinas Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia Robert Blake, Jalan Taman Surapati, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/5/2015) lalu.

Baiq lalu menjelaskan mengenai jilbab, berikut fungsinya dan alasan harus memakai jilbab pada teman-temannya. Dia mengakui ada pernyataan-pernyataan yang 'berbeda' yang disampaikan rekan-rekan sekolahnya. Namun Baiq menghadapi santai komentar teman-temannya itu.

"Kalau bully, kalau ada yang mau nyerempet-nyerempet, bukan rasis sih, saya malah jadi ngebalik gitu loh. Jadi, cuek aja. Kayak what's in your head? What's the reason? Why? Itu nggak berguna. Jadi kayak-kayak gitu," terang Baiq.

Baiq kadang tidak mau kalah dengan sikap teman-temannya di sekolah. Dia membalas keusilan rekan-rekannya.

"Terus kadang saya balikin, kenapan kamu pakai celana seperti itu? Jadi di Amerika ada anak-anak yang pakai celana di bawah bokong. Jadi saya balik nanya aja. Biasanya yang paling usil, cowok-cowok SMA. Jadi asik juga sih," kenang Baiq.

Meski demikian, Baiq bisa membuktikan dirinya berprestasi selama nyaris setahun tinggal di negara Paman Sam itu. Baiq dinobatkan sebagai juara kedua lomba pidato untuk kategori Expository Speaking di Cleveland dan meraih posisi 4 terbaik di seluruh negara bagian Ohio.

Baiq adalah 1 dari 83 pelajar Indonesia yang mengikuti program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES). YES merupakan program beasiswa penuh yang diberikan oleh Pemerintah AS yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman antara masyarakat Amerika Serikat dengan masyarakat negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim.

Program YES merupakan program beasiswa pertukaran pelajar usia 15-17 tahun dari negara-negara dengan populasi Muslim, termasuk Indonesia. Program ini memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk menghabiskan sampai dengan satu tahun pendidikan akademik di Amerika Serikat.
Halaman 2 dari 1
(nwy/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini