"Saya tim suksesnya (saat Pilpres), saya tahu beliau. Beliau selalu utamakan kepentingan rakyat. Beliau Presiden kedua yang langsung dipilih rakyat," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2015).
Uang Rp 11,2 triliun itu merupakan uang rakyat. Maka Ruhut memperingatkan agar para pendukung dana aspirasi tidak main-main dengan duit rakyat. Demokrat sendiri menegaskan tetap sebagai pihak penolak dana aspirasi, meski saat rapat paripurna pengesahan aturan pengusulan dana aspirasi, Demokrat tak tercantum sebagai fraksi penolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini bola berada di tangan Jokowi sebagai pemimpin pemerintahan untuk menolak dana itu dianggarkan di anggaran Negara. Soalnya, dana itu terlalu besar.
"Berapa sih dana aspirasi? Rp 11,2 T. Berapa sih DP kredit mobil? Nggak ada satu perberapanya dari dana aspirasi. Maka ditolak," kata Ruhut. (dnu/tor)










































