Jadi Mualaf dari Balik Bui, Ilyas Merasakan Beratnya Puasa Pertama

Ramadan 2015

Jadi Mualaf dari Balik Bui, Ilyas Merasakan Beratnya Puasa Pertama

Yudhistira - detikNews
Rabu, 24 Jun 2015 12:27 WIB
Jadi Mualaf dari Balik Bui, Ilyas Merasakan Beratnya Puasa Pertama
Muhammad Ilyas (Foto: Yudhistira/detikcom)
Jakarta - Muhammad Ilyas, mualaf yang menemukan hidayah di balik Rutan Salemba begitu bersemangat menjalani ajaran agama mulai dari salat, mengaji hingga puasa. Sebagai mualaf, ada ibadah yang dirasa Ilyas berat karena baru pertama kali dilakukan.

"Pertama kali ya puasa, karena menahan lapar dan haus itu baru pertama saya jalani. Jadi pertama kali terasa berat. kenang Ilyas saat ditemui detikcom di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015).

Pertama kali puasa, Ilyas mampu menjalankan puasa penuh dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski terkadang terasa berat jika melihat makanan di depan mata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu kalau menunggu buka puasa dan lihat di depan ada makanan itu berat banget. Tapi lama kelamaan sudah terbiasa. Sudah bisa berpikirlah, puasa tujuannya apa. Harus gimana, terus jangan sampai ada yang mubazir," cerita Ilyas.

Namun berkat kesungguhannya dan bimbingan dari rekan sesama napi, Ilyas bisa melalui puasa dengan lancar. Apalagi di Rutan disediakan guru agama yang selalu siap membimbing.

"Ustad di sini yang membimbing saya kemudian juga teman-teman muslim saya yang mendorong saya untuk kuat. Jadi ya saya mulai bisa membiasakan diri, mengaji juga, namun lama kelamaan saya bisa," tutur Ilyas.

Ilyas yang dulunya bernama Antonius itu mengucap syahadat pada April 2013 lalu. Dia biasa mengisi kegiatan Ramadannya dengan bersilaturahmi dengan para napi yang baru datang. Ilyas dan rekan-rekan memberikan tausiyah dan mengajak untuk salat berjamaah.

"Kami biasanya ngajak para napi yang baru untuk salat berjamaah. Hari Kamis juga biasanya kita ke blok-blok Rutan. Ya untuk memberi tausyiah," ucapnya.

(slm/nwk)


Berita Terkait