"Pertama kali ya puasa, karena menahan lapar dan haus itu baru pertama saya jalani. Jadi pertama kali terasa berat. kenang Ilyas saat ditemui detikcom di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015).
Pertama kali puasa, Ilyas mampu menjalankan puasa penuh dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski terkadang terasa berat jika melihat makanan di depan mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun berkat kesungguhannya dan bimbingan dari rekan sesama napi, Ilyas bisa melalui puasa dengan lancar. Apalagi di Rutan disediakan guru agama yang selalu siap membimbing.
"Ustad di sini yang membimbing saya kemudian juga teman-teman muslim saya yang mendorong saya untuk kuat. Jadi ya saya mulai bisa membiasakan diri, mengaji juga, namun lama kelamaan saya bisa," tutur Ilyas.
Ilyas yang dulunya bernama Antonius itu mengucap syahadat pada April 2013 lalu. Dia biasa mengisi kegiatan Ramadannya dengan bersilaturahmi dengan para napi yang baru datang. Ilyas dan rekan-rekan memberikan tausiyah dan mengajak untuk salat berjamaah.
"Kami biasanya ngajak para napi yang baru untuk salat berjamaah. Hari Kamis juga biasanya kita ke blok-blok Rutan. Ya untuk memberi tausyiah," ucapnya.
(slm/nwk)











































