"Ketika ditanya tentang PDIP ingin minta tambah kursi kabinet berapa, saya katakan hal tersebut kita serahkan kepada hak prerogatif Presiden," kata Wasekjen Ahmad Basarah saat ditanya soal reshuffle kabinet via BBM, Rabu (24/6/2015).
Meski demikian, Basarah memandang harusnya PDIP mendapat tambahan kursi menteri. Sebab, PDIP memiliki kursi terbanyak di DPR, yang artinya paling berkontribusi untuk mendukung pemerintah di parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika menghitung asas proporsionalitas, maka, kata Basarah, seharusnya PDIP mendapatkan jatah 12 kursi. Namun dia menyadari jumlah itu terlalu banyak.
"Ketika didesak rekan-rekan wartawan lagi, jadi PDIP ingin mengharapkan berapa kursi, lalu saya menjawab karena saya menyukai angka 5 karena sesuai dengan jumlah sila dalam Pancasila, maka saya mengusulkan agar Presiden mempertimbangkan penambahan jumlah kader PDIP yang akan membantu beliau di kabinet sebanyak 5 orang lagi," ujarnya.
Basarah menilai permintaan itu wajar. Dia menyebut dua alasan, pertama PDIP sebagai partai pengusung utama Jokowi-JK punya kewajiban moral dan politik serta ideologis untuk memastikan kesuksesan pemerintahan Jokowi-JK dalam menjalankan roda kekuasan pemerintah sesuai cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945 dan haluan politik Trisakti Bung Karno.
"Sebagai partai Pemerintah dan pemenang pemilu, PDIP punya hak dan tanggung jawab untuk ikut mewarnai pemerintahan Jokowi-JK secara lebih signifikan lagi," pungkasnya. (tor/tor)











































