12 Hari Razia, Polisi Kalbar Sikat Pelaku Judi, Penjual Miras, dan Preman

12 Hari Razia, Polisi Kalbar Sikat Pelaku Judi, Penjual Miras, dan Preman

Nala Edwin - detikNews
Selasa, 23 Jun 2015 19:16 WIB
12 Hari Razia, Polisi Kalbar Sikat Pelaku Judi, Penjual Miras, dan Preman
Pontianak - Tim Reserse Polda Kalbar melakukan razia penyakit masyarakat. Selama 15 hari razia, sejak 12-23 Juni, tim yang dipimpin Dir Reskrimum Polda Kalbar AKBP Awang Joko menangkap pelaku judi, produsen miras, hingga mengamankan mereka yang terlibat premanisme.

Seperti disampaikan Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto, Selasa (23/6/2015), untuk kasus perjudian terungkap 35 kasus dengan 74 tersangka yang ditahan. Sedang barang bukti uang tunai Rp 57 juta, dan uang di bank yang diblokir Rp 1,3 miliar.

Untuk kasus minuman keras yang terungkap 28 kasus, dengan beberapa tersangka. Polda Kalbar juga menyita 674 kampel arak putih, 158 drum ramuan miras arak, dan 354 botol miras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedang terkait prostitusi, tim reserse mengamankan 67 pasangan yang dikenai pidana ringan. Serta 23 PSK yang diberikan pembinaan.

Sementara untuk target operasi pengungkapan premanisme, pada operasu pekat Kapuas yang meliputi Gakkum terhadapa pelaku curat curas curanmor dan pencurian, tim Polda Kalbar mengamankan dan melakukan pembinaan terhadap preman yang tertangkap operasi yustisi yaitu parkir liar, pemalak dan lainnya total seluruhnya berjumlah 111 orang.

Para anggota polisi juga diminta memberi contoh dan agar melaksanakan kegiatan preventif berupa imbauan dan ajakan kepada masyarakat melalui safari ramadan baik saat tarawih maupun sehabis salat subuh dengan tema revolusi mental/

โ€œDengan mencontohkan saat nabi Muhammad SAW mengajak umatnya yang masih jahiliyah menjadi manusia beradab dengan Islam. Saat ini dapat dikatakan banyak manusia jahiliyah modern karena dia tahu tentang agama, namun tetap berbuat salah dan dosa dengan sengaja seperti berbuat dalam kategori penyakit masyarakat,โ€ urai Arief.

โ€œOleh karenanya sejalan dengan operasi pekat (penegakan hukum) dan preventif (ceramah) diharapkan generasi muda Kalbar semakin baik. Itu semua adalah tanggung jawab bersama,โ€ tutup dia. (nal/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads