Isu reshuffle kabinet menguat dan 'jatah' bagi partai pengusung Jokowi-Jusuf Kalla disebut akan dikocok ulang. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dikabarkan meminta tambahan jatah dari 4 menjadi 5 kursi menteri.
Dimintai tanggapan soal kabar reshuffle, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan tak mau banyak komentar. Termasuk soal kocok ulang jatah kursi bagi partai pengusung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dia memastikan apabila dilakukan reshuffle, tidak akan ada jatah-jatahan bagi partai politik. "Nggak ada jatah-jatahan sekarang saya lihat akan benar-benar fokus supaya yang terbaik manusia-manusianya untuk mendukung atau melaksanakan tugas pokok di kementerian masing-masing," kata Luhut.
Terkait kemungkinan perubahan formasi kabinet antara profesional dengan politisi, Luhut juga tak mau berkomentar. "Saya nggak berani komentar karena itu bukan kewenangan saya. Jadi ada batas gerak maju, saya gak boleh bicara," kata Luhut.
(erd/erd)











































