"Pendidikan juga masih banyak mainin harga satuan, kita nyisir berhasil potong 18 persen. Dari harga satuan saja kita bisa hemat 18 persen, kan gila banget kan," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015).
Mantan Gubernur Belitung Timur itu pun ke depannya berencana akan mengikutsertakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengikuti proses pelelangan satuan kegiatan. Hal ini untuk membantu Pemprov menilai dari perusahaan pemenang lelang tersebut, sehingga tidak akan lagi ada celah untuk kongkalikong dengan dinas.
"Memaksakan BUMD ikut lelang dan ikut menilai. Nggak mungkin kan kita nyuruh orang. Nanti orang bisa saja bilang kan 'Pak kurang 18 persen, pas lelang nggak ada yang mau ikut'. Kalau lelang nggak mau ikut, otomatis perusahaan kita menang. BUMD sudah hitung dengan uang segini mau bangun seperti apa," terangnya.
Ahok mengatakan, tidak sedikit SKPD memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan penipuan anggaran. Mulai dari anggaran rehabilitasi sampai pembangunan.
"Bohongnya? Sekolah tiga digabung. Seolah-olah ada tiga kelas satu kepsek. Anggarannya tipu sekolah harusnya cukup konstruksi baja untuk empat lantai. Begitu masuk, ngecor beton masuk segala macam," lanjut dia.
"Kenapa mau mahal? Biar komisinya besar. Semua akan bertahap motong-motong," tutup Ahok. (aws/dhn)











































