Toko-toko di pasar memang menyediakan daging ayam dan sapi, akan tetapi tidak ada satupun yang dipotong secara halal. Bukan cuma bahan mentah, makanan halal yang siap santap pun tidak tersedia di seluruh rumah makan di kota Temuco.
Masih banyak hal lain yang menjadi masalah Ximena. Yang paling mencolok adalah tidak adanya masjid. Namun muslim Temuco masih bersyukur, karena ada rumah kontrakan warga muslim pendatang, yang dialihfungsikan sebagai musala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di musaala ini juga tersedia buku dan Al Quran. Namun karena berada di dalam rumah, muslim tidak bisa mengaksesnya setiap saat.
Memakai hijab, makanan halal hingga masjid tidak akan menjadi persoalan di Indonesia. Tapi dibutuhkan perjuangan besar bagi saudara muslim kita di Temuco Chili.
Kini tak ada lagi air mata kesedihan mengalir dari diri Ximena. Yasin anak semata wayangnya menjadi penguat dan penyemangat hidupnya. Ia percaya, segala ujian adalah bukti kasih Allah kepadanya.
Saksikan episode lengkap tentang Ximena di “Jalan Berliku Muslim Chili”, di acara Jazirah Islam TRANS 7 Rabu 23 Juni 2015 pukul 05:15 WIB
(mad/mad)











































