Jalan Berliku Kehidupan Ximena Menjadi Muslim di Chili

Ramadan 2015

Jalan Berliku Kehidupan Ximena Menjadi Muslim di Chili

Kiki Larasati-Trans7 - detikNews
Selasa, 23 Jun 2015 15:30 WIB
Jalan Berliku Kehidupan Ximena Menjadi Muslim di Chili
Foto: Aditya Jakun/Trans7
Jakarta - Kali ini, tim Jazirah Islam menelusuri kehidupan muslim di Temuco, di provinsi Aracaunia  Chili.  760 KM jarak yang harus ditempuh untuk mencapai kota ini dari ibukota Chili, Santiago.  9 Jam berkendara menuju Selatan.

Bila Santiago menjadi kantung muslim di Chili, lain cerita dengan Temuco. Sangat sedikit saudara seiman yang tinggal di sini. Hanya ada 13 muslim asli Chili dari 250 ribu warganya.  Tidak terbayangkan, betapa berat tantangan yang harus mereka hadapi setiap harinya.

Salah satu muslimah yang tinggal di Temuco adalah Ximena Fierro.  Ia memeluk Islam 8 tahun silam ketika berumur 20 tahun. Perkenalan Ximena dengan Islam pertama kalinya adalah saat ia membaca dalam buku pelajaran ketika duduk di bangku SMA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun baru 3 tahun kemudian Ia punya kesempatan untuk mempelajari lebih banyak tentang Islam melalui internet. Ximena tertarik dengan konsep tiada Tuhan selain Allah dalam Islam, yang tidak Ia kenal sebelumnya. Dan semakin belajar tentang Islam, semakin Ximena jatuh hati. Semua hal buruk tentang Islam yang sering ia dengar tidak ada satupun yang terbukti.  Akhirnya, Ximena memutuskan menjadi muslim untuk membuat hidupnya lengkap.

Namun lahir dan tumbuh dalam keluarga non muslim, membuat keputusan Ximena ditentang keras keluarganya. Lingkungan juga tidak berpihak kepadanya. Ia sering mendapat perlakuan buruk. Ada yang memanggilnya teroris, ada pula yang hendak menarik lepas hijabnya. Beruntung, Islam telah mengajarkan kesabaran kepadanya.

Ximena tidak tahu darimana dan bagaimana ia bisa belajar lebih dalam tentang Islam. Ia pun berjuang untuk mendapat beasiswa belajar di Al Azhar Mesir. Alhamdulillah, Allah membuka jalan untuknya.

Setelah 3 tahun tiinggal di Mesir, Ximena kembali ke Chili.  Namun bukan berarti ujian baginya  selesai  sampai di sini. Ia tidak memiliki kawan muslim tempatnya berbagi. Ximena kemudian membuat blog di jejaring sosial untuk memperluas pertemanan. La musulmana chile, namanya.

Alhamdulillah Ximena mulai menemukan satu persatu teman muslim  melalui dunia maya. Namun ujian berikutnya datang, ketika mulai mengenakan hijab. Ximena juga tidak bisa mendapatkan pekerjaan dengan hijab menutup kepala.
Ia kini  bekerja di rumah, dengan membuat kerajinan rajut.

Hasilnya tentu tidak seberapa. Hingga kini Ximena masih tinggal bersama kedua orangtuanya untuk menggantungkan hidup.

Saksikan kisah Ximena dalam episode “Jalan Berliku Muslim Chili”, di Jazirah Islam TRANS 7 Rabu 23 Juni 2015 pukul 05:15 WIB.

(mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads