Bila Santiago menjadi kantung muslim di Chili, lain cerita dengan Temuco. Sangat sedikit saudara seiman yang tinggal di sini. Hanya ada 13 muslim asli Chili dari 250 ribu warganya. Tidak terbayangkan, betapa berat tantangan yang harus mereka hadapi setiap harinya.
Salah satu muslimah yang tinggal di Temuco adalah Ximena Fierro. Ia memeluk Islam 8 tahun silam ketika berumur 20 tahun. Perkenalan Ximena dengan Islam pertama kalinya adalah saat ia membaca dalam buku pelajaran ketika duduk di bangku SMA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun lahir dan tumbuh dalam keluarga non muslim, membuat keputusan Ximena ditentang keras keluarganya. Lingkungan juga tidak berpihak kepadanya. Ia sering mendapat perlakuan buruk. Ada yang memanggilnya teroris, ada pula yang hendak menarik lepas hijabnya. Beruntung, Islam telah mengajarkan kesabaran kepadanya.
Ximena tidak tahu darimana dan bagaimana ia bisa belajar lebih dalam tentang Islam. Ia pun berjuang untuk mendapat beasiswa belajar di Al Azhar Mesir. Alhamdulillah, Allah membuka jalan untuknya.
Setelah 3 tahun tiinggal di Mesir, Ximena kembali ke Chili. Namun bukan berarti ujian baginya selesai sampai di sini. Ia tidak memiliki kawan muslim tempatnya berbagi. Ximena kemudian membuat blog di jejaring sosial untuk memperluas pertemanan. La musulmana chile, namanya.
Alhamdulillah Ximena mulai menemukan satu persatu teman muslim melalui dunia maya. Namun ujian berikutnya datang, ketika mulai mengenakan hijab. Ximena juga tidak bisa mendapatkan pekerjaan dengan hijab menutup kepala.
Ia kini bekerja di rumah, dengan membuat kerajinan rajut.
Hasilnya tentu tidak seberapa. Hingga kini Ximena masih tinggal bersama kedua orangtuanya untuk menggantungkan hidup.
Saksikan kisah Ximena dalam episode “Jalan Berliku Muslim Chili”, di Jazirah Islam TRANS 7 Rabu 23 Juni 2015 pukul 05:15 WIB.
(mad/mad)











































