"Yang bersangkutan bisa langsung datang ke sini untuk minta pertanggungjawaban kepada unit Laka kami. Untuk korban luka-luka kami jamin hingga keluar rumah sakit," kata Manajer Operasional JTM, Ronny Rachman Gunala, saat ditemui detikcom di kantornya, Selasa (23/6/2015).
JTM mengaku sudah memberikan beberapa kebutuhan biaya perawatan di rumah sakit. Setelah itu, semua dibereskan lewat cara kekeluargaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau uang mencukupi kita berikan langsung kalau tidak kita akan tawarkan untuk membebankan di bengkel kami. Paling tidak karena mereka masih memiliki asuransi kita berikan limit Rp 5 juta," urainya.
Soal sanksi dari Pemprov DKI, operator hanya bisa pasrah. Mereka juga siap memecat sopir karena keteledorannya. "Kalau kerugian itu sudah risiko kami," imbuhnya.
Ronny memastikan, bus yang digunakan oleh sopir yang kecelakaan di Mampang masih bagus. Rencananya, operator akan menambah bus 30 unit pada bulan Juli dan tahun depan 102 unit. (edo/mad)











































