Sebenarnya beberapa daerah sudah punya banyak ide-ide dalam mengelola sampah. Namun hasilnya belum memuaskan karena banyak terbentur dengan kendala regulasi.
"Problem-problem yang ada menurut saya lebih banyak di sisi regulasinya. Saya pernah nyoba waktu jadi Wali Kota, kesulitan karena regulasi kita yang ruwet, di DKI juga sama, karena regulasi yang ada," kata Jokowi saat membuka rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (23/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem baku itu nantinya bukan hanya soal pengelolaan sampah. Namun yang terpenting adalah bisa mengubah perilaku masyarakat dalam mengolah sampah.
"Yang penting pengelolaan sampah bisa bermanfaat baik secara ekonomi dan tentu saja sehat lingkungan serta dapat ubah perilaku masyarakat," sambung Jokowi.
Menurut Jokowi, praktik pengelolaan sampah selama ini hanya seputar mengangkut-menimbun dipadu dengan teknologi usang. Dia ingin ada terobosan pengelolaan sampah mulai dari rumah hingga TPA.
Jokowi juga meminta agar secepatnya ada sebuah wilayah yang bisa dijadikan percontohan tata kelola sampah.
"Tetapi intinya adalah kita ingin segera punya salah satu kota/kab yang bisa dijadikan contoh inilah pengelolaan sampah yang betul," tandasnya.
Dalam ratas ini hadir juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono hingga Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan. (mok/dhn)










































