Pembunuhan Sadis di Ciledug, Warga Kaget Pengakuan si Kakak Berubah-ubah

Pembunuhan Sadis di Ciledug, Warga Kaget Pengakuan si Kakak Berubah-ubah

Herianto Batubara - detikNews
Selasa, 23 Jun 2015 14:34 WIB
Pembunuhan Sadis di Ciledug, Warga Kaget Pengakuan si Kakak Berubah-ubah
TKP Pembunuhan Ciledug (Foto: Herianto/detikcom)
Jakarta - MR (17) menjadi saksi kunci atas kasus pembunuhan adiknya PMS (13). Namun pengakuannya berubah-ubah soal siapa pelaku penyerang mereka.

detikcom mencoba mewawancarai Hj Eryanti, Selasa (23/6/2015). Warungnya persis membelakangi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan keji itu di Kelurahan Sudimara, Kota Tangerang, Banten.

Diceritakan Eryanti, di kontrakan tersebut tinggal pasangan RS (42) dan R (38) serta dua anaknya PMS dan MR. Pantauan detikcom, rumah kontrakan itu tampak kurang terawat. Pintunya ada tambalan-tambalan triplek, cat temboknya sudah kusam dan dipenuhi coretan-coretan tangan-tangan jahil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Si ibunya dagang sayuran tiap hari di depan kontrakannya itu," ucap Eryanti. Di depan lokasi memang tampak ada meja kayu tempat R berdagang. "Keluarga mereka sudah lama tinggal di sini, mungkin ada 10 tahun lebih," sambungnya.

Eryanti mengatakan, keluarga itu selama 10 tahun lebih tinggal di sana tak pernah ribut dengan tetangga. Keluarga itu dikenal cukup baik dan suka bertegur sapa. "Pelanggan warung sayur ibunya juga banyak," katanya.

Eryanti mengaku kaget mendengar kabar jika MR membuat pengakuan berubah-ubah soal siapa pelaku penyerang dirinya dan dan adiknya pada Minggu (7/6) lalu. Awalnya MR menyebut pelakunya adalah pria berbadan besar dan bermasker, lalu kemudian dia menyebut pelakunya jin.

Menurut Eryanti, dia ragu jika menduga MR adalah pelaku pembunuhan PMS. Apalagi MR juga mendapat luka tusuk di leher dan kini tengah dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

"Warga di sini masih pada bingung pelakunya siapa. Kalau dibilang si kakak, kayaknya enggak mungkin. Dia orangnya rajin sembahyang. Tiap dengar suara azan, pasti ke masjid salat. Kadang subuh belum azan dia sudah ada di masjid" kata Eryanti.

"Sama bocah-bocah di sini, dia juga enggak pernah berantem. Dia pernah main ke rumah saya sama anak saya juga enggak pernah nakal. Normal aja. Kalau kita lewat dia ucapin salam, Assalamualaikum. Tutur katanya sopan.  Hati kecil kita warga di sini, enggak percaya dia ngelakuin," sambungnya.

Warga lainnya ibu Hayati juga berkata hal yang sama dengan Eryanti. Menurut dia, MR adalah anak yang rajin ibadah. MR disebutnya kalem, berbeda dengan PMS yang dikenal periang dan suka bermain dengan anak-anak tetangga. Beberapa warga lainnya yang ikut nimbrung dalam perbincangan juga mengamini.

Ditambahkan Eryanti, saat kejadian tragis itu, suasana di lokasi cukup sepi. Dia dan para tetangga lainnya tak mendengar ada suara kegaduhan atau orang mencurigakan. Tahu-tahu sekitar pukul 15.30 WIB, Minggu (7/6) dia mendengar suara MR minta tolong dengan kondisi leher berdarah karena tertusuk benda tajam.

Warga kini berharap polisi segera mengusut kasus tersebut dan mengungkap siapa pelaku pembunuh PMS.

Polres Tangerang Kota sendiri masih bekerja keras mengusut kasus ini dan belum menetapkan tersangka. Polisi juga masih menunggu hasil tes DNA sperma yang ditemukan di kemaluan korban. (bar/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini