Begini Cerita Tetangga soal Pembunuhan Sadis di Ciledug

Begini Cerita Tetangga soal Pembunuhan Sadis di Ciledug

Herianto Batubara - detikNews
Selasa, 23 Jun 2015 12:31 WIB
Begini Cerita Tetangga soal Pembunuhan Sadis di Ciledug
TKP Pembunuhan Ciledug (Foto: Herianto/detikcom)
Jakarta - Hingga kini, siapa pembunuh PMS (13) belum terungkap. Kakak PMS, MR (17) yang juga korban sekaligus saksi kunci berubah-ubah keterangannya. Terakhir, dia menyebut pelaku penyerang mereka adalah jin.

detikcom pun mencoba menyambangi tempat kejadian perkara (TKP) di Kelurahan Sudimara, Kota Tangerang, Banten, Selasa (23/6/2015) siang.

Rumah yang dihuni pasangan RS (42) dan R (38) bersama dua anaknya PMS dan MR itu terlihat sepi dan terkunci. Di rumah kontrakan tempat R berjualan sayur-mayur inilah PMS dibantai secara sadis.

"Semenjak kejadian, kontrakannya tutup. Nggak ada orangnya, nggak tahu pada kemana," kata seorang warga Hj Eryanti yang warungnya persis membelakangi TKP.

Eryanti mengaku ada di warungnya saat PMS dibantai secara sadis pada Minggu (7/6/2015) lalu. Sosok berkerudung ini kemudian menceritakan peristiwa tersebut menurut sepengetahuannya.

Dikisahkan Eryanti, saat itu sekitar pukul 15.30 WIB dirinya mendengar suara minta tolong. Saat dia keluar dari warungnya, ternyata ada beberapa warga lain mendengar hal yang sama. Mereka pun mencari sumber suara tersebut.

"Itu kejadiannya pas azan Ashar," ucap Eryanti.

Suara minta tolong itu ternyata suara MR. Dia terlentang di depan pintu rumahnya dengan kondisi leher bersimbah darah. Ketika ditanya warga apa yang terjadi, MR mengaku dirinya dan adiknya PMS diserang oleh pria bertubuh besar dan memakai masker.

"Warga kemudian ada yang telepon polisi dan nyuruh buat manggil Pak RT untuk datang," jelas Eryanti.

MR kemudian mengatakan bahwa adiknya juga diserang pelaku. Ketika dicek, siswi kelas 1 MTS Ciledug, Kota Tangerang, Banten, itu telah tewas bersimbah darah dengan posisi telungkup di depan kamar mandi. Warga melihat ada luka sayatan di leher korban.

"Warga memeriksa ke dalam-dalam rumah enggak ada siapa-siapa. Orangtua mereka juga enggak ada lagi pergi katanya," imbuh Eryanti. Dia mengaku heran sampai saat ini dengan peristiwa tersebut.

"Warung saya itu persis di belakang tempat kejadian. Kamar mandi saya di balik temboknya itu persis ruang tengah mereka. Saya ada di dalam warung pas kejadian, dan enggak dengar ada suara apa-apa. Waktu itu juga seingat saya sepi. Enggak dengar ada ribut-ribut, atau suara apa," kata Eryanti.

"Semua warga, anak-anak kecil di sini juga ditanya-tanya enggak ada yang lihat ada orang besar pakai masker pas kejadian atau sebelumnya," sambung Eryanti menegaskan. Warga lainnya, ibu Hayati juga mengatakan hal yang sama.

MR sendiri saat ini masih menjalani perawatan di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Polisi sudah memeriksa TKP dan mengamankan sebilah pisau. Keterangan polisi menurut pengakuan keluarga korban, tak ada benda-benda berharga yang hilang dari dalam rumah tersebut.

Dari pemeriksaan sementara, Kasat Reskrim Polrestro Tangerang Kota AKBP Sutarmo mengatakan, keterangan MR berubah-ubah saat memberi kesaksian. Jika awalnya dia menyebut pelaku penyerangan adalah pria berbadan tegap dan memakai masker, terbaru ia menyebut pelakunya adalah jin.

"Berdasarkan keterangan dokter, dia pengakuannya tidak stabil. Kadang mengaku pria berbadan tegap, kemudian bilang jin," kata Sutarmo saat dihubungi detikcom, Senin (22/6) kemarin.

Polres Tangerang Kota, lanjut Sutarmo, masih bekerja keras mengusut kasus ini dan belum menetapkan tersangka. Polisi juga masih menunggu hasil tes DNA sperma yang ditemukan di kemaluan PMS. (bar/dhn)


Berita Terkait