Organda Tangsel: Mau Bilang Apa? Angkot Milik Perorangan

Perkosaan di Angkot

Organda Tangsel: Mau Bilang Apa? Angkot Milik Perorangan

Niken Widya Yunita - detikNews
Selasa, 23 Jun 2015 11:19 WIB
Organda Tangsel: Mau Bilang Apa? Angkot Milik Perorangan
Jakarta - Ketua DPC Organda Tangsel M Yusron Siregar angkat bicara mengenai pemerkosaan di angkot DO1 Ciputat-Kebayoran pada Jumat (19/6/2015) lalu. Menurut Yusron, pihaknya hingga kini masih menyelidiki latar belakang sopir hingga pemilik angkot tersebut.

"Organda mau bilang apa, angkot-angkot di Tangsel milik perorangan. Makanya kita arahkan biar dikoordinir," ujar Yusron, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (23/6/2015).

Menurut Yusron, pihaknya belum melacak ke kepolisian untuk melihat pelakunya. Meski demikian dia meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Hukum seberat-beratnya karena mencoreng nama kita (Tangsel) sendiri," kata dia.

Informasi yang didapat sopir itu merupakan sopir tembak. Namun pemilik angkot belum diketahui karena angkot di Tangsel umumnya milik perorangan.

Ke depannya, agar kasus ini tidak terulang lagi, maka pihaknya akan membina sopir. Di Tangsel, belum ada wadah pengontrol sopir dan pemiliknya.

"Dulu di Lebak Bulus ada wadah pengontrolnya tapi sekarang sudah nggak ada. Sekarang kontrol lepas," ucap Yusron.

Seorang wanita diperkosa pada Sabtu (20/6/2015) pukul 00.30 WIB oleh DAS, sopir angkot D01 rute Ciputat-Kebayoran. Wanita itu memang satu-satunya penumpang pada malam kejadian. Karena tak ada orang lain, DAS menawarkan tarif angkot carter sebesar Rp 35 ribu untuk mengantar korban ke tujuan.

Namun di tengah jalan, niat jahat untuk melecehkan korban muncul. DAS tega memperkosa korban lalu menurunkan korban ke Condet.

(nwy/nwk)


Berita Terkait